Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, uang yang dikumpulkan dari hasil jual martabak yang sedianya untuk dana operasi sang Anak, eh malah kecopetan.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itu sangat cocok untuk menggambarkan keadaan Juman, Warga Cileles Lebak Banten. Berniat mengumpulkan uang untuk membiayai operasi anaknya yang lahir cacat dia malah kecurian uang sebesar satu juta rupiah. Uang sebesar itu merupakan hasil dari dia berdagang martabak di Pasar Angke, Tambora Jakarta Barat
"Saya apes banget. Uang ini rencananya buat operasi Sofi (putrinya) yang terlahir dengan bibir sumbing," kata Juman kepada wartawan di kos-kosannya di Kebun Sayur, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
Juman mengaku sangat ingin sekali mengobati putrinya, tapi karena tidak memiliki biaya dan penghasilan yang tidak cukup membuatnya pasrah dengan keadaan anak kesayangannya ini.
Saat ini sang putri kesayangan bersama istrinya berada di kampung, halaman di Lebak Banten. Anak dan istinya saat ini masih menumpang di rumah mertuanya dan mengharapkan bantuan dari pihak terkait.
Putri tercinta yang diberinya nama Sofiatu Saniah yang terlahir dengan bibir sumbing membutuhkan bantuan donatur untuk biaya operasi serta perawatan selama di rumah sakit.
"Berdasarkan konsultasi dengan dokter, untuk biaya operasi anak saya ini dibutuhkan biaya Rp10 juta," kata Juman
Juman (34) adalah seorang yang sehari-harinya berdagang martabak di pasar stasiun Angke sedangkan Tini (26) hanyalah ibu rumah tangga yang sekarang tinggal di Dusun Bojong, Desa Margar Tirta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Rangkas Bitung, Banten. Dia berencana membawa bayi yang berusia 2 bulan itu ke RSUD Rangkas Bitung. Namun karena tidak ada biaya selama menjalani pengobatan anaknya agaknya rencana itu tinggal rencana.
"Saya kasihan sama istri kalau anak saya itu nggak dioperasi. Dia sekarang sering sakit. Mungkin dia stres mikirin masa depan anaknya," ujarnya.
Sofi lahir normal dengan berat 4,3 pada 20 Juli 2011 di dusun Bojong, Marga Tirta Lebak. Tini, Ibu bayi itu pada awalnya tidak bisa menyusui bayinya dikarenakan kondisi mulut bayinya yang sumbing. Sehingga untuk menyusui harus menggunakan alat semacam selang.
Juman berharap ada dermawan yang mau membantu membiayai operasi anaknya agar bisa hidup normal sama dengan anak yang lainnya.
"Saya pengen anak saya sama dengan yang lainnya. Rencanya kalau dananya terkumpul anaknya akan dia operasi," tandasnya.
Selain itu, karena terlahir dengan bibir sumbing, Sofi juga terancam mengalami gizi buruk. Hal ini disebabkan sulitnya Sofi mengkomsumsi ASI dan susu formula. Sejauh ini putri ketiga dari pasangan Kartini dan Juman tersebut hanya makan pisang dan air bening saja. (Akhmad Kusairi/Majalah SABILI edisi 25/XVIII/2011)
Bagi pembaca yang tertarik untuk meringankan bebannya, dapat menghubungi 021-33413279 atau dapat mengirimkan bantuan ke Rekening Bank Syariah Mandiri nomor rekening 0697031963 atau ke rekening BCA 4121181643 an Eman Mulyatman
- 01/05/2012 14:38 - Laporan INFAQ Kafilah Dakwah
- 28/03/2012 14:21 - Dai Nias Menanti Uluran Tangan
- 08/03/2012 17:08 - Laporan Infaq dari Pembaca
- 30/11/2011 17:48 - Much Suwono Hadi Sumitro: "Bersama Kaum Marginal Ada Kepuasan Batin"
- 15/11/2011 14:39 - Laporan Kurban di Pedalam Nias
- 27/10/2011 15:46 - Berbagi Kurban dengan Mualaf Nias
- 20/10/2011 14:44 - Dakwah Di Pedalaman Nias
- 20/10/2011 14:27 - Rumah Sakit Indonesia di Gaza: Pemerintah Bantu IDB, Rakyat Bangun Sendiri



