HJ Niken Wulandari Ketua Yayasan Adjani Zaafira Briliantine
Membangun Kreativitas Melalui Kids Festival dan Edufair
Tidak sedikit orang tua memandang sebelah mata pendidikan anak mereka, khususnya di usia dini. Akibatnya, masa “keemasan” anak-anak pun terlewat tanpa pendidikan yang berarti. Padahal, keberhasilan mereka dikemudian hari sangat ditentukan perjalanan pendidikannya masa kecil.
Pendidikan anak usia dini inilah yang menjadi perhatian khusus perempuan enerjik ini. Sejak lama perempuan yang runut berbicara dan lembut tutur katanya ini senang bergelut pada dunia pendidikan anak.
Tidak heran jika cita-cita perempuan kelahiran Jakarta 15 Oktober 1969 ini sejak kecil sangat sederhana, yaitu hanya ingin menjadi guru taman kanak-kanak (TK). Di mata perempuan berkaca mata ini, mengurusi anak-anak, selain merupakan panggilan jiwa juga dapat mendatangkan keberkahan.
Hj Niken Wulandari demikian nama perempuan bergelar MBA jebolan dari negeri Paman Sam ini. Kesibukan hariannya yang luar biasa, tak mengurangi perhatiannya pada perkembangan anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak usia dini.
Niken, demikian perempuan ini biasa disapa cukup kaya ide dan gagasan, khususnya terkait pendidikan anak usia dini. Itulah sebabnya, Niken tak pernah menolak menerima undangan sebagai narasumber di berbagai forum pendidikan. Di saat itulah, ia mencoba memberikan sharing pemikiran dan ide-ide pendidikan, khususnya terkait pendidikan anak usia dini.
Namun tak sekadar kaya ide, ia juga tak segan-segan “berkeringat” menjalani ide dan konsep tersebut di lapangan. Sebagai contoh, saat KB-TK Islam "Alifa" di Pondok Pinang memintanya menjadi "orang tua asuh" untuk mempertahankan kelangsungan jalannya pendidikan, Niken yang mendapat dukungan penuh sang suami, segera menyetujuinya.
KB-TK itu sekarang berada di bawah Yayasan Adjani Zaafira Briliantine, yang diketuai oleh Niken sendiri. Adjani adalah nama anak Niken dan suaminya yang wafat pada 30 Januari 2009 lalu akibat sakit.
Nama anaknya tersebut diabadikan untuk nama Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Hal ini bukan untuk mengekalkan kesedihan hatinya karena ditinggal sang putri tercinta, tapi sebagai wujud cintanya kepada anak-anak usia dini yang menurutnya sangat perlu mendapatkan pendidikan yang layak.
"Saya ingin semangat Adjani bisa ditularkan kepada anak-anak Indonesia lainnya. Karena di usianya yang baru 9 tahun, Djani terkesan lebih dewasa dari usianya. Dia sangat perhatian pada teman-temannya, terutama kalau teman-temannya kesulitan dalam belajar atau mengerjakan PR," ujar Niken, bersemangat.
Perempuan yang menuliskan sebagian kenangan manis bersama anaknya dalam sebuah buku kumpulan cerpen untuk anak-anak yang diberi judul Adjani Namaku ini, mengatakan bahwa pendidikan anak-anak usia dini sangat menentukan bagi keberhasilan si anak kelak. Itulah sebab, Niken menambahkan bahwa pendidikan anak usia tidak bisa asal-asalan. Tapi harus direncanakan dengan sebaik-baiknya.
"Apalagi saat ini Pemerintah sedang mencanangkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter memang harus dimulai sejak dini. Kami ingin ikut ambil bagian dalam arus besar ini. Arus besar yang menjadikan generasi muda Indonesia lebih baik dari sebelumnya," tambah Niken, memberi alasan keterlibatannya mengurusi perkembangan dunia anak-anak.
Kids Festival dan EduFair
Bukan Niken Wulandari jika tak memiliki ide cemerlang. Perhatiannya pada dunia pendidikan anak-anak, khususnya pendidikan anak usia dini melahirkan berbagai ide brilian untuk pengembangan pendidikan anak-anak Indonesia.
Satu dari sekian ide cemerlang Hj Niken terkait pendidikan anak adalah penyelenggaraan Kids Festival & EduFair di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Even akbar yang akan digelar pada 20-29 Januari 2012 ini cukup menarik perhatian karena konsepnya memadukan pameran buku anak, pameran pendidikan anak dan anak usia dini serta pameran alat-alat peraga edukatif anak.
Alifa Kids Centre, lembaga pendidikan anak di bawah naungan Yayasan Adjani Zaafira Briliantine akan bertindak sebagai penyelenggara Kids Festival & EduFair di Istora Gelora Bung Karno, Senayan ini.
Tak sekadar pameran, festival juga akan diisi dengan acara-acara menarik yang mengudang minat tinggi anak-anak Indonesia. Sejumlah kegiatan edukatif menarik dan merangsang kreativitas anak-anak, mulai KB, TK, PAUD, hingga SD.
Untuk menyemarakkan festival kolosal anak Indonesia ini, panitia penyelenggara juga tengah mempersiapkan berbagai perlombaan manarik yang menumbuhkembangkan bakat dan minat anak-anak Indonesia.
Beberapa perlombaan tersebut antara lain, festival film pendek
sekolah, festival menyanyi, menari dan modern dance, demo dan lomba ketangkasan permainan yoyo, junior cooking club, lomba resensi film pendek, lomba mewarnai dan sebagainya.
Saat festival berlangsung panitia juga menggelar acara khusus untuk orang tua, seperti seminar dan diskusi terkait pendidikan anak dengan mengundang tokoh pendidikan dan narasumber yang kompeten di dunia edukasi anak, khususnya para pakar pendidikan anak usia dini.
"Kami melihat, pendidikan anak-anak usia dini justru menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak selanjutnya. Apalagi kalau dikaitkan
dengan pendidikan karakter, maka pendidikan anak-anak usia dini dan balita harus berkualitas dan komprehensif. Tidak bisa asal ada atau seadanya" ujar Hj Eka Putri Handayani, Ketua Panitia KidsFest yang juga Kepala KB-TK Islam Alifa, Jakarta Selatan.
"Insya Allah kami akan mengundang pakar-pakar pendidikan dan mereka yang selama ini memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak, termasuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, untuk berbicara dan sumbang saran mengenai pendidikan anak
di panggung KidsFest ini," timpal Hj Niken, Ketua Yayasan Adjani Zaafira Briliantine.
Tak sekadar pameran, Kids Festival & EduFair diharapkan menjadi ajang bagi tumbuh kembangnya kreativitas anak-anak Indonesia. Melalui even akbar ini, sejak dini, para orang tua mulai tersadarkan akan pentingnya memperatikan pendidikan anak usia dini.
Selain itu, Kids Festival & EduFair juga dapat menjadi media komunikasi bagi lembaga-lembaga pendidikan anak-anak usia dini dan balita di Indonesia. Melalui pameran edukasi anak terbesar tahun 2012 itu, diharapkan terjalin komunikasi dan networking yang baik antara lembaga pendidikan usia dini di Indonesia.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan pula akan melahirkan pemikiran-pemikiran brilian yang dapat dijadikan masukan positif bagi para pemangku kebijakan. Sehingga mereka dapat merumuskan pendidikan berkarakter, penuh imajinasi dan inovasi untuk putra-putri Indonesia. (Rivai Hutapea)
- 21/02/2012 07:32 - Ummi Qurrota a’yunin. Kritik Ibarat Jamu, Pahit tapi Menyehatkan
- 20/02/2012 17:41 - Ustadz Farid Okbah, Syiah Lebih Jahat dari Israel
- 20/02/2012 09:27 - Prof Dr Salim Badjri Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah : Ummat Harus Bersatu Bela FPI
- 16/02/2012 16:34 - Jubir HTI: Pemerintah Diskriminasi Terhadap FPI
- 16/02/2012 12:29 - Ketua Parlemen Libanon Najib Mikati: Menyongsong Fajar Perdamaian di Arab
- 24/01/2012 11:24 - Ancaman Mendatangkan Hercules Cuma Omong Kosong!
- 18/01/2012 17:28 - Jihad, Perang dan Palestina dalam Pemikiran Al Qorodhowi
- 06/01/2012 16:22 - Dhurorudin Mashad (Pengamat Dunia Islam): "Pemimpin Islam di Indonesia Pragmatis dan Tak Konsisten"
- 13/12/2011 14:35 - Dra Wirianingsih, Bc Hk MSi (Presidium BMO-IWI): "Nilai Akhlak Di Balik Jilbab"
- 30/11/2011 16:49 - Ustadz Ade Chalifah Lc (Mubaligh): “Haji Pembaharuan Identitas dan Perbaikan Visi Muslim”




