Ketua FORKAMI H Ahmad Amin
Kasus GKI Yasmin
Ancaman Mendatangkan Hercules Cuma Omong Kosong!
Kapan dimulainya gerakan Forkami ini?
Sejak 2006, ketika itu saya masih di Pakistan, waktu itu perlawanan masih bersifat spontanitas. Demontrasi sering dilakukan, walaupun sering mendapatkan penolakan. Pemerintah tidak mendengar aspirasi dari kawan-kawan. Mungkin karena sifatnya yang masih belum terorganisir. Sepulang saya dari Pakistan barulah kita bentuk Forkami, tetapi sebelum Forkami terbentuk, saya sudah memimpin jamaah dalam melawan mereka. Forkami lakukan penekanan pada Walikota. Karena ini sudah membahayakan, ditakutkan akan memicu konflik horizontal. Akhirnya dibekukanlah IMB Gereja tersebut. Setelah dibekukan, barulah dimulai peperangan sampai dicabut IMB tersebut pada 2011.
Kenapa memanas lagi?
Seharusnya sudah reda, karena IMB sudah dicabut!
Beredar sms, pihak GKI Yasmin mendatangkan pasukan yang dipimpin oleh preman Tanah Abang, Hercules, apa info itu benar?
Ya, memang mereka mau mencoba melawan kita. Jadi GKI Yasmin tidak mau menerima kekalahan, dengan cara mencari dukungan dari mana-mana termasuk dari preman Tanah Abang, Hercules. Tapi itu omong kosong semua. Mereka tidak akan berani. Hercules itu sudah masuk Islam, dan teman-temannya yang Islam juga sudah kita telepon. Sudah saya konfirmasi. Mereka bilang gak akan datang.
Apa betul gereja Di Taman Yasmin itu masih tetap berdiri, Pak Haji?
“Tidak ada gereja disana, masih bedeng!”. Cuma ada Pondasi, besi-besi, triplek tipis dan penutup. Tapi media mengatakan bahwa jamaah GKI Yasmin diusir dari gerejanya. “Sok (ayo-red) lihatlah yang betul, gak ada gereja disana! Lantainya aja masih ditumbuhi pohon-pohon, kaya dihutan. Tapi, untuk memprovokasi mereka buat triplek-triplek tipis dan penutup atas. Padahal itu cuma untuk memprovokasi. Supaya apa? Supaya masyarakat gampang membakarnya. Buat modal mereka ngomong ke dunia bahwa mereka dianiaya, gereja mereka dibakar. Supaya mereka dapat duit. Supaya ada delik pemerintah untuk menangkapi tangkap kita semua, setelah kita ditahan, baru mereka dengan leluasa bisa membangun. Saya sudah sangat paham strategi orang-orang kafir seperti ini. Jadi kita tidak mau melawan hal-hal seperti itu. Yang kami permasalahkan adalah Pemda, karena Pemda yang mengeluarkan IMB.
Jadi, Pak Haji sudah paham, bahwa melawan secara frontal itu tidak akan berguna, dan justru mungkin akan membawa kerugian bagi kaum muslimin?
Saya tidak melihat itu sebagai suatu kerugian. Namanya perang, kita harus ikhlas lillahi taala. tentunya kalau begitu tidak ada kerugian disana. Tetapi yang saya lihat, citra muslim sekarang ini. Setiap terjadi suatu eskalasi atau suatu kegiatan perlawanan, selalu muslimin dirugikan, walaupun muslimin berada pada pihak yang benar. Ini semua, karena media massa yang sudah dibeli. Sedangkan disini saya tahu lawan. Perang kalau tidak tahu lawan, tidak akan bisa menang! Disini Lawan kita Pemda, bukan GKI. Karena masalahnya adalah masalah izin, masalah hukum. Pemda mengeluarkan IMB, karena pihak Gereja memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Mereka melampirkan bukti tandatangan-tandatangan pernyataan tidak keberatan dari warga setempat. Tetapi apa tandatangan-tandatangan ini benar? Tidak. Ini semua adalah kerjaan satu orang. tandatangan-tandatangan yang tadinya adalah daftar hadir sosialisasi, dipotong oleh mereka, kemudian diganti judulnya menjadi “pernyataan tidak keberatan warga”. Ini permainan mereka! Dan ini kita buktikan. Kira-kira ada 10 orang yang mengaku ditipu, diminta tandatangan dengan dalih untuk RS Hermina. Kemudian kita ke Kepolisian bersama orang-orang yang melapor. Polisi memangil saksi-saksi, dan ternyata salah satu dari saks-saksi itu terbukti bahwa dialah pengumpul tandatangan-tandatangan tersebut. Setelah divonis, baru kita ngomong ke walikota bahwa vonis sudah terjadi, apa masih mau bertahan untuk mempertahankan IMB?
Selain terus menerusnya perlawanan dari masyarakat, vonis yang sudah dijatuhkan, alasan stabilitas keamanan. akhirnya dicabutlah IMB. Selesai! Sujud syukur Kita. Tadinya Kami pikir sudah selesai, tapi ternyata kami salah. mereka setelah itu baru mulai memprovokasi, dengan cara duduk-duduk ditrotoar supaya disorot dunia, bahwa mereka terusir dari gereja mereka. Padahal gereja yang masih bedeng itu cuma settingan. Itu jelas sekali! Tetapi yang saya sayangkan, media tertipu semua. Mungkin kalimatnya bukan tertipu, tapi “terbeli”. Kalau media mau jujur, mereka harusnya lihat sendiri bedeng yang orang-orang itu sebut sebagai Gereja!. Kemudian, Mereka juga datang ke MA, minta fatwa. MA tidak memberikan fatwa, tapi MA cuma mengatakan “Kalau kalian merasa dirugikan, kalian bisa menuntut pemerintah secara hukum, ditempat yang jelas yurisdiksinya”. Tapi, mereka tidak berani menggugat, karena apa? Mereka kalau menggugat harus ke Pengadilan Negri, sementara vonis si penipu dan pemalsu tanda tangan itu dari Pengadilan Negeri. Mana berani mereka! Padahal mereka punya 90 hari setelah dicabutnya IMB untuk menggugat, tapi sampai sekarang, sudah hampir setahun tidak berani menggugat.
Jadi sebenarnya Forkami hanya reaksi dari aksi mereka?
Sudah terjadi (pemurtadan)! Haruskah kita diam!! Sudah secara hukum salah, ada pemurtadan lagi! Lengkaplah! Jadi, tujuan mereka melakukan pemurtadan di Taman Yasmin sudah membuahkan hasil. Ada lima orang murtad, masuk Kristen. Seorang haji anaknya dinikahi oleh seorang pendeta, hajjah masuk Kristen, ayah dan anaknya juga ikut masuk Kristen. (Husni Mahdami)
Silakan di Klik:
http://sabili.co.id/aspirasi-anda/wakaf-al-quran-untuk-daerah-bencana-dan-rawan-pemurtadan
- 20/02/2012 17:41 - Ustadz Farid Okbah, Syiah Lebih Jahat dari Israel
- 20/02/2012 09:27 - Prof Dr Salim Badjri Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah : Ummat Harus Bersatu Bela FPI
- 16/02/2012 16:34 - Jubir HTI: Pemerintah Diskriminasi Terhadap FPI
- 16/02/2012 12:29 - Ketua Parlemen Libanon Najib Mikati: Menyongsong Fajar Perdamaian di Arab
- 25/01/2012 08:05 - Membangun Kreativitas Melalui Kids Festival dan Edufair
- 18/01/2012 17:28 - Jihad, Perang dan Palestina dalam Pemikiran Al Qorodhowi
- 06/01/2012 16:22 - Dhurorudin Mashad (Pengamat Dunia Islam): "Pemimpin Islam di Indonesia Pragmatis dan Tak Konsisten"
- 13/12/2011 14:35 - Dra Wirianingsih, Bc Hk MSi (Presidium BMO-IWI): "Nilai Akhlak Di Balik Jilbab"
- 30/11/2011 16:49 - Ustadz Ade Chalifah Lc (Mubaligh): “Haji Pembaharuan Identitas dan Perbaikan Visi Muslim”
- 30/11/2011 06:39 - Syamil Sultanuv, Pakar Rusia Israel Diambang Kehancuran




