Diasuh Oleh: Dr Moh Ali Toha Assegaf, Penanggungjawab Rumah Sehat Afiat dan Pengkaji Kedokteran Nabi. Dokter juga menjabat Direktur RSCM Jakarta. Praktik: Jl Limo Raya Ruko Griya Cinere II/No 3, Depok, Telp. 021-7547291.
Assalamualaikum wr wb
Pak Dokter, saya tidak tahu apakah SABILI pernah membahas cacar, tapi saya buka lagi SABILI edisi lama tidak ada. Begini pak, anak saya yang pertama kena cacar selama sepekan terus 2 pekan kemudian adiknya 2 orang kena cacar juga. Yang ingin saya tanyakan apakah anak pertama bisa kena lagi? Terus cacar ada berapa jenis, ditularkan melalui apa, bagaimana cara pencegahan biar nggak kena lagi ? Apa bedanya dengan campak ?. Maaf pak kalau pertanyaan saya banyak dan saya berharap sekali pertanyaan saya dijawab. Wassalam wr wb.
Ummu Shafiyah, Tanjung Barat, jaksel
Jawaban :
Wa’alaikum salam wr.wb.
Segala puji hanya tercurah bagi Allah rabbul ‘izzati, sholawat dan salam bagi junjungan kita Nabi besar Muhammad saw beserta keluarganya, dan semoga keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan tercurah bagi mereka yang mengikuti petunjuk Allah dan rasulNya.
Cacar ada 2 jenis, variola dan varicella
Variola atau cacar adalah penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh virus Variola major atau Variola minor. Variola berasal dari kata Latin varius, yang berarti bintik, karena cirinya ada bintik-bintik diseluruh tubuh, yang kadang-kadang bernanah dan seringkali meninggalkan bekas berupa bopeng-bopeng di wajah.
Variola bisa timbul pada di kulit, di mulut dan kerongkongan. Di kulit, penyakit ini menyebabkan ruam berisi cairan. V. major adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian pada 30–35% penderitanya. Sedangkan Variola minor merupakan penyakit yang lebih ringan yang menyebabkan kematian pada 1% penderitanya. Pada infeksi V. major 65%-85% penderita meninggalkan bekas luka di wajah yang biasa disebut bopeng, bekas luka umumnya di wajah. Segala puji bagi Allah sejak tahun 70-an Indonesia sudah dinyatakan bebas penyakit cacar ini.
Adapun cacar yang masih ada di Indonesia adalah Cacar air atau Varicella simplex yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini penularannya melalui udara/aerogen.
Setelah seseorang tertular virus ini barulah 2 pekan kemudian dia akan sakit. Jadi benar seperti apa yang ibu katakana bahwa 2 pekan kemudian anak ibu yang lainnya terkena penyakit yang sama. Gejala pada awalnya tidak khas, penderita akan merasa agak demam, cepat lelah, lesu, dan lemah. Ini adalah khas untuk gejala infeksi virus. Kadang-kadang disertai nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian biasanya panas turun lalu timbul ruam kemerahan pada kulit yang berukuran kecil tumbuh dimulai dari sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti di anggota gerak dan wajah. Ruam kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis yang terasa agak nyeri atau gatal sehingga seringkali tergaruk secara tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak kecoklatan di kulit. Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Namun jika lenting cacar air tersebut dipecah secara sengaja maka Krusta akan terbentuk lebih dalam sehingga akan lebih lama keringnya. kondisi ini bisa menyebabkan infeksi bakteri pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Pada penderita dewasa bekas cacar air akan lebih sulit menghilang karena proses perbaikan kulit sudah lebih sulit daripada anak.
Bagaimana mencegah penularan ? adalah mengisolir penderita terutama pada selama 5 hari mulai ruam muncul sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama diisolir penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya hindari pecahnya lenting. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Bagi yang kulitnya sensitive sebaiknya menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Sebagaimana penyakit virus lainnya, berikan makanan bergizi, cukup istirahat, dan banyak makan buah dan sayuran. Pencegahan varicella ada 3 cara yaitu tingkatkan kecukupan gizi dan makan seimbang, cukup istirahat dan hindari kontak dengan penderita.
Immunisasi juga tersedia namun ini hanya perlu dilakukan bagi kelompok yang rentan tertular dan yang tidak mempunyai kekebalan terhadap virus ini. Mungkin yang penting pula adalah pengobatannya.
1. Isolasi penderita
2. Istirahat yang cukup
3. Berikan madu 3 X sehari @2 sendok makan
4. Berikan ramuan : 3 lembar daun tapak liman+2 jari temulawak+1 jari kencur+1 sdk teh asam kawak, semua dihancurkan lalu dimasak dengan 4 cangkir air sampai air tinggal 2 cangkir, diangkat, saring, tambahkan 1 sendok makan gula merah, diaduk, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5. Saya anjurkan pula minum ekstrak meniran kapsul, anak-anak 2 X sehari @ 1 kapsul, dewasa 2 X sehari @2 kapsul.
6. Selalu berdoa dan berserah dirilah kepada Allah karena jika kita sakit Allah yang menyembuhkan.
7. Untuk mandi pergunakan 1 sendok makan larutan PK 5% dimasukkan kedalam 20 liter air untuk mandi pagi dan sore.
8. Setelah keropeng lepas, oleskan minyak zaitun setiap habis mandi sampai bekas cacar hilang total.
Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun tidak tertutup kemungkinan adanya serangan ulang jika individu tersebut mengalami penurunan daya tahan tubuh. Adapun pertanyaan ibu tentang campak memang campak beda sekali dengan cacar air. Saya akan coba jelaskan dikesempatan lain.
Demikianlah penjelasan saya tentang cacar air, semoga memberi manfaat, dan semoga Allah senantiasa menolong kita menjaga kesehatan agar kita bisa mengoptimalkan penghambaan kepadaNya, wallahul musta’an, wassalamu’alaikum wr.wb.
Majalah Sabili No 10 Th XIX 16 Februari 2012/ 23 Raiul Awal 1433
- 19/01/2012 14:49 - Meluruskan Pemahaman Imunisasi
- 13/12/2011 14:09 - Cara Nabi SAW Mencegah Penyakit
- 30/11/2011 17:14 - Malaria
- 14/11/2011 19:39 - Nyeri Haid
- 31/10/2011 19:27 - Bersiap Menjadi Tamu Allah

