Mulailah target sasaran dakwah dari lingkungan terdekat kita sendiri. Aktiflah di tempat-tempat berkumpul manusia, kepengurusan RT/RW, Karang Taruna atau yang lebih klop menjadi Takmir Masjid setempat
Mulailah target sasaran dakwah dari lingkungan terdekat kita sendiri. Aktiflah di tempat-tempat berkumpul manusia, kepengurusan RT/RW, Karang Taruna atau yang lebih klop menjadi Takmir Masjid setempat
Cyber Sabili-Jakarta. Aktivitas dalam halaqah adalah sebuah kegiatan yang dinamis. Forum ini adalah miniatur dari sebuah sistem kepemerintahan. Seorang murabbi adalah orang yang bertanggung jawab memimpin jalannya pertemuan pekanan. Syura-syura dalam musyawarah halaqah baru sah diputuskan oleh murabbi. Dia adalah orang yang menghidupkan suasana ruhiyyah-ta’abbudiyyah, fikriyyah-tsaqafiyyah, dan harakiyyah-da’awiyyah dalam halaqah.
Cyber Sabili-Jakarta. Dalam sebuah hadits disebutkan, Nabi Muhammad saw mengecam keras seseorang yang ditunjuk sebagai amil kemudian melakukan tindakan tidak amanah dengan menggelapkan dana zakat yang ia terima, meski hanya sepotong kain.
Cerita soal amil atau istilah kerennya sekarang adalah relawan zakat atau pekerja zakat dari lembaga-lembaga zakat profesional yang berjalan kaki, naik angkot, naik bis kota, atau paling banter naik motor untuk menawarkan proposal dan menjalankan tugas lainnya, nyaris tak terdengar lagi. Venomena ini memang terjadi pada perjalanan awal berdirinya lembaga zakat kontemporer di tanah air pada awal 1990-an.
Masyarakat Indonesia khususnya kaum ibu resah karena beredarnya susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii. Mereka merasa was-was dengan makanan yang diberikan sebagai nutrisi kepada anaknya dan standar regulasinya. Apalagi hingga saat ini, janji pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk merilis secara resmi 22 merk susu yang mengandung bakteri itu belum dilakukan.
Butir-butir pernyataan di atas merupakan pernyataan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia yang diterima redaksi melalui email. Dalam rilisnya, Iffah Ainur Rochmah, Jurubicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan, ”Geger makanan dan minuman yang mengandung bakteri dan terpapar zat berbahaya lain bukan baru kali ini terjadi.”
Menurut Iffah, sebelumnya sudah beredar susu dan biskuit mengandung melamin, dan keracunan massal akibat pil antifilariasis. Hal ini sudah begitu meresahkan masyarakat. Kasus susu tercemar E. Sakazakii ini hanyalah indikator betapa ancaman kesehatan melalui makanan dan minuman yang beredar di pasar tidak saja telah mencapai level semakin membahayakan, tetapi juga terjadi semakin meluas. ”Setiap hari semakin banyak jenis produk makanan dan minuman tidak aman beredar di pasar,” kata Iffah.
Dalam pandangan Iffah, keresahan yang menimpa masyarakat terutama kaum ibu, disebabkan pemerintah tidak memberikan perlindungan yang mencukupi atas konsumen dari produk makanan dan minuman yang tidak aman. Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan profit perusahaan dibanding keamanan pangan bagi masyarakat. Berbagai pihak pun bisa menilai bahwa Kementrian Kesehatan dan Badan POM selama ini lebih sering merespons kasus-kasus seperti itu secara reaktif dan tebang pilih daripada dengan kebijakan yang proaktif dan komprehensif.
”Jika kondisi ini terus berlanjut, akan semakin besar jumlah anggota masyarakat yang berada dalam bahaya. Bahkan generasi penerus bangsa ini bisa berada dalam ancaman kesehatan akibat makanan yang dikonsumsinya,”
Menanggapi kondisi ini, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menegaskan:
Pertama, Pemerintah seharusnya bertanggung jawab penuh atas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman, pemerintah seharusnya memberikan jaminan keamanan pangan dengan standar halalan thayyiban. Semestinya, ada upaya-upaya sistematis-implementatif untuk menihilkan ancaman dan menyingkirkan bahaya sebelum produk makanan dan minuman beredar di pasaran. Dengan demikian, makanan, minuman, dan obat-obatan yang beredar adalah produk yang sepenuhnya terjamin keamanannya.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW:
“Seorang imam adalah penggembala dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, Pemerintah tidak boleh bertindak reaktif dan lamban ketika terdapat produk yang tercemar bakteri di pasaran. Pemerintah harus segera mengumumkan produk-produk yang tercemar tersebut dan menarik secara total dari pasaran agar tidak timbul keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Ketiga, Kaum muslimin berkewajiban menjaga diri dan masyarakatnya serta mendorong pemerintah melakukan upaya maksimal untuk menjauhkan masyarakat dari bahaya yang mengancam kesehatan. Rasulullah SAW melarang manusia menjatuhkan diri dan orang lain dalam bahaya. Sabdanya:
“Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri” (HR Malik)
Keempat, Satu-satunya sistem yang terbukti sepanjang sejarah mampu memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan menjamin tersedianya pangan yang aman adalah Daulah Khilafah Islamiyah. Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad sebagai contoh telah membentuk badan khusus yang memantau produksi roti di berbagai tempat. Badan ini memberi sanksi pada setiap produsen roti yang tidak memenuhi standar kebersihan, keamanan dan kelayakan untuk beredar di pasar.
“Maka merupakan pilihan logis untuk memperjuangkan kembalinya penerapan syariat Islam kaffah dalam institusi Khilafah Islamiyah,” tandas Iffah.
KAFILAH DAKWAH Sepintas bencana letusan Merapi sudah dianggap tidak masalah lagi. Karena itu berita-berita tentang Merapi pun sudah hilang. Tapi, sesungguhnya nasib korban Merapi masih jauh dari nyaman, apalagi menyangkut penggerogotan aqidah.
Usai shalat Jumat, 11/2, saya berkemas, lalu menuju rumah ustadz KH Imam Santosa. Tak menyia-nyiakan waktu, kami segera berangkat. Dengan mengendarai Daihatsu Zebra Tua —dari rumah Ustadz Imam Santosa di Secang— kami berangkat menuju rumah Ustadz Fauzan di Palbapang, Blabak. Adapun ke rumah Ustadz Fauzan tak lain untuk menukar Daihatsu Zebra milik ustadz Imam dengan Mobil Layanan Sehat DDII. Karena mobil APV ini usianya lebih muda sehingga memungkinkan untuk menembus Bukit Menoreh.
Dari Blabak kami langsung ke Posko Dewan Dakwah untuk Merapi. Posko ini berada di dekat tugu Bambu Runcing Muntilan. Dari Posko DDII kami mengangkut tiga karung beras, pakaian layak pakai, makanan dan sabun.
Sekarang kami berlima di dalam mobil Layan Sehat DDII. Kami menuju Kerug, sebuah desa di kawasan Bukit Menoreh. Bukit yang terkenal dengan cerita-cerita silatnya. Karena memang daerah ini menjadi basis perjuangan Pangeran Diponegoro. Dari sinilah inspirasi cerita silat itu menghiasi buku, cerita bersambung dan komik. “Makam pengikut dan petilasannya masih ada di sana,” kata Ripto menunjuk sebuah bukit dari barisan bukit Menoreh.
Menjelang Kerug jalan terus naik, sisa abu merapi masih bertebaran ditumpuk di pinggir jalan. Azan asar menyambut kami begitu tiba di Rumah ustadz Muslih. Ustadz Muslih adalah salah seorang dari 60 dai yang mengikuti Training Dai DDII di bulan Januari silam.
Kami diterima dengan ramah, dia sangat bersahaja. Apa adanya, kali ini menerima kami dengan sarungan dan baju kaos. Namun tidak mengurangi ras hormatnya terhadap para tamu. Senyumnya lebar menyambut kami. Sambil menyantap getuk singkong. Ustadz Muslih bercerita. Di sini memang unik, karena nasrani pun supit (disunat), sering mengadakan acara kebaktian di malam Jum’at, seperti Yasinan. Sering juga menggunakan kata-kata yang berasal dari kebiasaan orang Islam seperti, Alhamdulillah atau Masya Allah.
“Kok tidak malu pakai cara-cara orang lain,” kata ust Muslih sambil menggeser tempat duduknya.
Entah karena lapar atau suasana gunung, getuk yang kali ini berbahan singkong pun habis. Ya biasanya kami memakan getuk dari ubi. Tapi kali ini dari singkong. Dorongan teh manis membuat obrolan semakin menarik.
“Di Kerug kami adalah Mumi,” lanjut ustadz Muslih.
“Mumi?” kami kaget tanpa ada yang mengomando
”Ya muslim minoritas,” katanya kalem.
Eh, ternyata getuk singkong cuma pembuka, lalu kami diminta untuk pindah ruangan. Subhanallah, ternyata nasi, ikan, tempe dan telur sudah siap menunggu.
Sebelum menurunkan bantuan, kami mengutarakan rencana bahwa akan ada program sunatan massal. Program ini kerjasama DDII dengan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) supitan.
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke rumah ustadz Khudori. Kali ini ustadz Muslih bertindak sebagai navigator. Jalan semput dan licin membuat ustadz Imam harus ekstra hati-hati.
Ternyata Khudori ini selain pengusaha slondok juga beternak sapi dan kambing. Dia merasa senang ikut training dai ”Semua materi ceramah sudah saya sampaikan ke jamaah,” katanya semangat.
Cuaca mulai kurang bersahabat, mendung. Mengingat jalan licin dan sempit kami tidak berlama-lama khawatir kemalaman. Ketika tengah berpamitan, tiga kantong kresek Slondok masuk ke mobil.
Syukron Jazakumullah khoir, ustadz Khudori.
Rinai kabut di seputar bukit menoreh menemani kami pulang. Dalam perjalanan pulang Ripto menunjuk daerah wilayah dakwah ustadz Muslih. Selain jauh medannya pun sulit. ”Sampe orang-orang itu kasihan sama ustad muslih, karena dia tidak punya penghasilan tapi hidupnya total untuk dakwah, dia si pembabat alas,” ungkap Ripto.
Hari ini memang tidak banyak yang bisa kami berikan. Tapi, rasa persaudaraan. Bahwa masih ada orang lain yang peduli itulah yang menyenangkan seorang Muslih.
Buah keikhlasan yang panjang.
Eman Mulyatman
(Salurkan bantuan Anda melalui Kafilah Dakwah hubungi kami di 021-33413279)
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL