Jum'at, 18. Mei 2012

Last update08:40:36 AM GMT

Index Berita : Oase Tafakur Samuderaku

Samuderaku

Cetak PDF
samudera

Cyber Sabili-Jakarta. Ketika berdiri di bibir pantai, aku suka merasa ngeri. Rasanya seperti ada magnet yang menarik kuat. Gelombang-gelombang yang hilir mudik itu seakan mengaduk-aduk  darah di dada ini. Bayangkan kalau dari laut itu ada tangan kuat yang menarik sehingga masuk ditelan oleh gelombang. Atau rasanya kaki ini ingin melompat begitu saja, masuk ke dalam gulungan ombak. Cobalah berdiri di bibir pantai, kalau pun tidak ngeri Anda akan diliputi pertanyaan, ada apa di dalam sana?

Laut memang menyimpan misteri. “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS an-Nuur [24]:40)

Ngeri dan penuh misteri karena itu laut bagiku adalah keajaiban dari Sang Maha Pencipta. Keajaiban laut adalah dia memiliki batas yang jelas

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. (QS ar-Rahman [55]:19-20)

Setiap laut pasti bergelombang. Persoalannya bagaimana perahu ini terus berlayar agar sampai ke pulau impian.  Seorang peselancar menikmati ombak lautan hingga dia mendapat medali, Nelayan dipermainkan ombak hingga mendapat buruannya lalu pulang disambut senyum istri. Puisi dan nyanyian pun tercipta dari berakrab-akrab dengan. Samudera juga tempat mengadu bagi orang yang diliputi rindu.

Laut memang luas dan dalam Dialah (Allah) yang menundukkan 1autan (untuk kamu) agar kamu dapat memakan darinya daging (ikan) yang segar, dan  (agar) kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari karunia-Nya (selain yang telah disebut) semoga kamu bersyukur (QS an-Nahl [16]: 14).

Rasulullah saw bersabda: “Demi Allah, dunia ini dibanding Akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan Jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia.” (HR Muslim).

Pepatah mengatakan dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati manusia siapa yang tahu?

Sebaliknya bagi seorang Muslim, hatinya lebih luas dan lebih lapang dari lautan. Dia menjadi tempat menampung keluh kesah dan memberi kepada setiap orang yang meminta maaf. Hati yang seluas samudera. (Eman Mulyatman)

Sumber: Majalah Sabili No 3 TH XIX 10 November 2011.


Berita Terbaru:
Berita Sebelumnya:

Features

Ma'had Daarussunnah Bekasi

Ma'had Daarussunnah Bekasi

  Ma'had Daarussunnah Bekasi Kami menawarkan PRO...
Rabu, 16 May 2012 14:06
Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

  ...
Selasa, 15 May 2012 09:39
Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya...
Senin, 14 May 2012 10:53
Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

  ...
Kamis, 10 May 2012 16:43

Geng Motor; Kecacatan Sistematis

  ...
Jumat, 04 May 2012 13:59
MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

  ...
Kamis, 26 April 2012 09:28
RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

Bulan April sangat identik dengan isu seputar...
Selasa, 24 April 2012 13:13
Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

  ...
Selasa, 24 April 2012 13:07
Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

  ...
Rabu, 18 April 2012 11:17
Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

  ...
Senin, 16 April 2012 12:17
Manfaat Sujud

Manfaat Sujud

  BC dari sahabat>Tahukah anda? Sujud melibatkan...
Senin, 16 April 2012 11:57