Cyber Sabili-Jakarta. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS al-An’am [6]:59)
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Kata Daun, juga mendapat perluasan; daun telinga, jendela, daun pintu. Selama ini kita hanya melihat daun yang tipis lemah dan hampir tak berarti. Cobalah renungkan hadits di bawah ini.
Luasnya Daun Pintu Surga
‘Utbah bin Ghazwan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Kami telah diberitahu bahwa jarak antara kedua daun pintu surga itu sejauh perjalanan 40 tahun, akan tetapi akan datang suatu masa dimana pintu surga akan didatangi dalam keadaan penuh berdesakan.”(Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya, no. 5268).
Jika yang dimaksud hadits di atas 40 tahun adalah 40 tahun cahaya, maka kita bisa memperkirakan jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya. Sementara 40 tahun adalah 10 tahun kabisat dan 30 tahun biasa, kurang lebih ada 14.610 hari.
jika satu hari adalah 24 jam, yaitu sekitar 86.400 detik dalam sehari, maka 14.610 hari ada 1.262.304.000 detik. kita tahu standar kelajuan cahaya adalah sekitar 300.000.000 meter / detik.
Berdasar data di atas kita bisa menghitung jarak yang ditempuh dengan persamaan, besarnya jarak = besarnya kecepatan x waktu. mari kita hitung besarnya jarak = 300.000.000 (meter / detik) x 1.262.304.000 (detik). Jadi besarnya jarak = 378.691.200.000.000.000 (meter). Jadi selama 1.262.304.000 detik, jarak yang telah ditempuh oleh cahaya adalah sekitar 378.691.200.000.000.000 meter. Pada jarak inilah kurang lebih jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya(378.691.200.000.000.000 meter).
Maha Suci Allah dari perumpamaan. Ini adalah hitungan kasar, sesuai pengetahuan saat ini. Yang bisa saja meleset, tapi mudah-mudahan bisa menggugah kesadaran kita, betapa beratnya persaingan merebut ridha Allah. Pintu yang demikian luas saja, masih harus berdesakan. Astagfirullah. (Eman Mulyatman)
Sumber: Majalah Sabili No 06/TH XIX.
- 02/05/2012 12:41 - Karena Cinta adalah Memberi
- 02/05/2012 12:35 - Menjadi Bintang di atas Gelombang
- 02/05/2012 11:56 - Spion
- 13/03/2012 23:06 - Senyumlah
- 13/02/2012 19:26 - Daun yang Meneduhkan
- 12/12/2011 20:16 - Angin Berbisik
- 30/11/2011 17:36 - Darah
- 14/11/2011 19:33 - Samuderaku
- 31/10/2011 19:32 - Langit
- 20/10/2011 14:04 - Bulan



