Cyber Sabili-Jakarta. Cobalah tengok makam pahlawan, maka Anda akan mendapatkan fakta, salah satu bukti cinta tertinggi untuk tanah air alias nasionalisme adalah rela meneteskan darah menyumbangkan jiwaraga untuk negeri yang dicintai.
Mereka yang berjuang karena Allah dan mendapatkan syahid, meneteskan darah juga. Sama-sama membela yang diyakini. Dan sama-sama menyumbangkan jiwaraga. Sama-sama merelakan barang yang paling berharga. Tumpah darah hingga meregang nyawa.
Ibu-ibu melahirkan, mengeluarkan darah dagingnya. Meregang antara hidup dan mati. Bahkan Sembilan bulan penantian adalah hari-hari yang senantiasa berjuang. Tidur tak nyenyak makan pun tak nikmat. Dari darahnya mengalir saripati makanan untuk sang buah hati. Darah dagingnya.
Setelah dewasa, sang anak pun harus melewati fase-fase darah. Entah itu akikah yang memotong hewan ternak berupa kambing, khitan atau menstruasi. Seakan mengsiyaratkan bahwa kehidupan tak selama semerbak mewangi, namun ada kalanya amis dan berdarah-darah.
Dari setetes darah mengalirkan panjang hereditas, garis keturunan. Maka menumpahkan darah seorang sama saja dengan membunuh sebuah umat. Jadi jangan main-main dengan masalah darah ini. Inilah yang menentukan seseorang boleh dinikahi atau berhak mendapatkan harta warisan.
Di Idul Adha darah telah tertumpah. Hewan-hewan ternak bergelimpangan dagingnya kita nikmati dan semua kaum muslimin bergembira. Inti ajaran para Nabi dan dalam hal ini adalah Ibrahim as adala aqidah
Pembebasan adalah jalan yang mengeluarkan diri kita dari kungkungan kebodohan dan kelemahan.·· Kebebasan pada agama dapat dilihat dalam tiga aspek. Aspek pertama adalah pembebasan dalam bidang· tauhid. Pembebasan dalam hal ini dapat dilihat pada perjuangan awal· Nabi Ibrahim· as. dalam mencari Tuhan. Perjuangan nabi Ibrahim yang mengantarkannya pada ajaran tauhid ini memberi implikasi bahwa tiada yang patut mendapat sembah kecuali Yang Maha Satu.
Pembebasan yang dilakukan oleh Muhammad Saw. meliputi tidak hanya dalam masalah ketuhanan dengan melakukan pemurnian kembali ajaran tauhid namun juga meliputi bidang sosial. Seperti Pembebasan terhadap para budak dilakukan. Pembebasan lain yang dilakukan adalah ditempatkannya status perempuan pada maqam yang lebih tinggi. Pembebasan lainnya adalah dalam bidang ekonomi, dengan dilarangnya riba.
Terakhir, dimensi pembebasan agama termaktub dalam aspek individual. Ajaran-ajaran agama senantiasa mengajarkan pada pemeluknya untuk melakukan penyucian hati. ·Kaum muslimin adalah orang yang berjalan dengan ilmu bukan emosi. Sadar bahwa hukum asal darah kaum muslimin adalah terjaga. Begitu pula dgn kehormatan dan harta kaum muslimin semua terjaga.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dlm hadits shahih yg diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim saat Haji Wada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Sungguh darah harta dan kehormatan kalian adl suci seperti suci hari ini seperti suci bulan ini dan seperti suci negeri ini hingga hari kalian bertemu Rabb kalian.” (Eman Mulyatman).
Sumber: Majalah Sabili No 04/XIX, 24 November 2011.
- 02/05/2012 11:56 - Spion
- 13/03/2012 23:06 - Senyumlah
- 13/02/2012 19:26 - Daun yang Meneduhkan
- 19/01/2012 16:04 - Daun
- 12/12/2011 20:16 - Angin Berbisik
- 14/11/2011 19:33 - Samuderaku
- 31/10/2011 19:32 - Langit
- 20/10/2011 14:04 - Bulan
- 03/10/2011 19:25 - Awan
- 19/08/2011 15:01 - Tingkatan Puasa



