Jum'at, 18. Mei 2012

Last update08:40:36 AM GMT

Index Berita : SAINTEK Sahabat Alam

Sahabat Alam

Raja Ampat jadi ikon promosi Pariwisata Indonesia di Swiss

E-mail Cetak PDF

 

raja-ampat-swiss SmallDestinasi wisata di bagian timur Indonesia terutama Raja Ampat di Papua menjadi ikon promosi Pariwisata di swiss yang dilakukan oleh KBRI-Bern. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan perusahaan transportasi umum di dua kota di Swiss:  Bern dan Basel.

Promosi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan swiss yang berkunjung ke Indonesia. Promosi bertemakan "Postcards from a wonderland, a remarkable Indonesia"  dimulai hari ini 1 Februari 2012 untuk selama kurang lebih  tiga bulan.

Dalam tiga bulan itu akan terpampang dengan indahnya ajakan-ajakan untuk berlibur ke Indonesia. Diantaranya ajakan  untuk mengunjungi tujuan wisata seperti: Bunaken, Raja Ampat, Tana Toraja, Komodo, Flores, Borobudur, Lombok, Bangka Belitung dan tentunya Bali

Menurut data dari  Badan Pusat Statistik di tahun 2010 tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia asal  swiss sebesar 34.928. Pengunjung rata-rata merogoh kocek US$ 1587.84 dan rata-rata lama tinggal 14.91 hari.  Jumlah ini termasuk angka yang signifikan mengingat jumlah penduduk Swiss yang hanya sebesar 6 juta. Dengan promosi destinasi wisata Indonesia ini diharapkan masyarakat Swiss akan lebih banyak lagi memilih Indonesia sebagai tujuan wisata favoritnya.

Budiman Wiriakusumah, sebagai pembuat konsep dan sekaligus design promosi, menjeaskan, pemilihan transportasi umum sebagai sarana promosi di Swiss sangat tepat mengingat sebagian penduduk Swiss menggunakan transportasi umum sebagai kendaraan utama. “Kami mengharapkan promosi ini mencapai targetnya untuk meningkatkan wisatawan Swiss yang berkunjung ke Indonesia mengingat  promosi ini akan dilihat oleh masyarakat umum di Swiss,” katanya.

Selain didua kota, Bern dan Basel, diharapakan pada akhir tahun 2012, KBRI-Bern dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan transportasi umum di kota besar lainnya seperti Zurich, Jenewa dan Luzern.

 

Silakan di Klik juga:

 

http://sabili.co.id/aspirasi-anda/wakaf-al-quran-untuk-daerah-bencana-dan-rawan-pemurtadan

 

KLH Tunjuk Mer-C Teliti Pencemaran di Desa Pesarean, Adiwarna, Tegal

E-mail Cetak PDF

DesaCyber Sabili-Jakarta. Menyusul terjadinya pencemaran lingkungan di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal akibat limbah dari industri UKM yang terdapat di wilayah itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjuk MER-C untuk meneliti dampak pencemaran tersebut terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

Menindaklanjuti penunjukan ini, MER-C telah menugaskan Tim Medis yang tergabung dalam Divisi Riset MER-C melakukan pengambilan data dan sampel yang diperlukan. Pengambilan data dan sampel telah dilakukan sejak awal November 2011 yang dipimpin dr Zackya Yahya Setiawan SpOk selaku Ketua Divisi Riset MER-C.

Bersama Kita Libur

E-mail Cetak PDF

Telukjambe-emanmulyatmanKe Hutan Lindung Teluk Jambe, liburan sambil nganter sumbangan

HARPITNAS alias HAri kejePIT NASional begitu istilah guyonannya. Memang, pada Jumat 13 Mei, Menteri Agama Suryadharma Ali , Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar , serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Mangindaaaan mengeluarkan keputusan bersama untuk menjadikan Senin 16 Mei 2011 sebagai hari libur bersama. Cihui .... Alhamdulillah.

Sedangkan Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan, keputusan tersebut dikeluarkan dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja. Hm boleh lah masuk akal.... yang penting libur alias ga bolos.

Hmm... ngapain ya di Harpitnas? Bayangkan, kalo dihitung dari Jum’at berarti empat hari liburan. Empat hari bayangin .... Bagi yang kantong tebal emang ga masalah, tinggal tentukan lokasi wisata terus telepon agen tiket, terbang deh.

Persoalannya, inikan tanggung bulan. Jalan-jalan kan harus ada dana. Tapi, kita juga ga mau kalah dengan mereka yang berkantong tebal. Sebagai petualang sejati, justru seninya disini, kalau hasrat sudah meledak-ledak ga bisa ditahan, ya harus berangkat. The show must go on, cenah cek urang (Jawa) Barat.

Sayangnya badan lagi ngedrop setelah menempuh Jakarta – Kuningan PP, untuk Taziyah nenek yang meninggal di usia 90-an. Innalillahi wa inna ilaihi ro jiun . Beliau, Tarinah yang biasa aku panggil Mak Tinah boleh di bilang anak Uyut yang terakhir yang meninggal. Allahumagfirlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha. Habislah sudah anak uyut Mariah, sekarang kehidupan diteruskan oleh generasi berikutnya. Begitulah siklus kehidupan.

Setelah diguncang bis malam, paginya aku harus ke Jati Asih Bekasi menemui Pak Aceng, pengusaha Herbal di Jati Asih Bekasi.  CV. Toga Nusantara adalah Produsen Obat Alami, yang sudah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) serta sudah mendapatkan Sertifikat Halal MUI. Produksi Kami adalah obat dari bahan alam tanpa campuran bahan kimia, yang diawasi langsung oleh apoteker sebagai penaggung jawab, untuk menjaga kualitas produk.

CV Toga Nusantara, memproduksi Obat Alami untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti : Asam Urat, Nyeri Sendi, Kolesterol, Kencing Manis / Diabetes, Kanker, Tumor, Kista, Batu Ginjal, Wasir dll. Selain itu, Kami juga memproduksi Obat Alami Tunggal, diantaranya : Habbatussauda / Jintan Hitam, Pegagan,Minyak Zaitun, VCO, Temu Putih, kunyit putih, Keladi Tikus, Sambiloto, Kumis Kucing , Temu lawak, daun ungu,dll.

Untuk menghasilkan produk obat alami yang berkwalitas dan bermanfaat, Dalam proses produksinya, CV Toga Nusantara mengacu kepada standar yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, meramu dan meracik obat alami berdasrkan refrensi ilmiah, mengacu kepada warisan leluhur, berdasarkan bukti empiris,  setiap produksi disertai dengan do’a dan dzikir kepada Allah Swt, agar setiap obat alami yang diproduksi CV Toga Nusantara berkhasiat dan bermanfaat bagi setiap orang yang mengkonsumsinya.

http://toganusantara.com/

Hujan waktu itu emang dahsyat. Gede banget, apalagi geledeknya bikin gentar. Bahkan di daerah Cikunir ketika mau pulang hampir saja tertimpa pohon. Swear hapir ketimpa pohon. Ceritanya karena pandangan terbatas, aku buntutin sedan di depan. Karena membuntuti aku jadi kurang waspada. Secara tiba-tiba sebelah dahan pohon di pinggir jalan patah, mobil itu sempat lewat da ku melihat pohon itu sedikit demi sedikit jatuh. Kreek .... buntut motorku masih kena kibasan daunnya. Alhamdulillah motor di belakangku sempat ngerem. Jadi sob kalo hujan hati-hati waspada kudu lebih ditingkatkan. Jangan meleng apalagi kalo naik motor ngebuntutin mobil. Selain pohon, lubang bisa bikin kamu sial.

Eh Sob, sebelum nyampe Pak Aceng, aku sempat melihat peternakan Kelinci di daerah  Jln Raya Hankam Gg.Dukuh no.19 Rt 08 Rw 05 Jati Murni - Kodya Bekasi. Wah kelinci emang binatang peliharaan kesukaanku. Ingin rasanya aku mampir. Klik deh, http://www.facebook.com/profile.php?id=100001883305254

Hutan Lindung Teluk Jambe

Soal kelinci Sahabat Alam pernah sedikit menyinggung waktu nulis tentang Pasar Burung Jatinegara. Kalo sob forget, Coba deh di kebet lagi. http://sabili.co.id/sahabat-alam/pasar-burung-jatinegara-kebun-binatang-mini-di-jakarta


Jadi karena agak ngedrop baru Selasa 17/05/2011, bisa ngepak ransel. Kali ini tujuanku, ke Hutan Lindung Teluk Jambe Karawang. Aku pernah ke sini waktu mengantar temanku Chaidir.

Selain untuk rihlah, kepergian kali ini juga untuk menyampaikan amanat berupa sumbangan dari pembaca SABILI. Karena setelah membaca artikel  di bawah ini:

http://sabili.co.id/ya-rabbi/bergeraklah-maka-allah-akan-menggerakan

ada ibu Ratna dari Lembang Bandung yang menyumbang Rp 500.000 dan dari Ibu Tito Bekasi yang menyumbang 1 juta. Rencananya mau dipakai untuk ternak Kelinci.

”Kalo mau ke Karawang, agak siangan jam 10-an karena tadi malam hujan, jadi jalan becek,” begitu pesan Pa Guru Haeruddin.

Alhamdulillah kami sampai menjelang zuhur. Ternyata Bu guru sudah menyiapkan Belut dan sayur nangka plus kelapa muda. Belut dari tanah urukan,   ”Begitu di buldoser anak-anak nangkapin, trus di jual ke kita,” terang Pa Guru.

Dari obrolan sambil makan siang, kami sepakat saat ini lebih baik memelihara ayam. Pertimbangannya, jelang lebaran harga ayam akan bagus. Sekarang ini saat kenaikan kelas, harga ayam sedang murah. Memeliharanya tidak sulit, diumbar saja. ”Apalagi ada orangtua yang tukang ayam, jualan ayam kampung di pasar,” terang Bu Guru.

Yang penting sumbangan ini harus bermanfaat. Harus bermanfaat ganda. Dengan cara seperti ini. Madrasah al Hidayah bisa mandiri. Anak-anak bisa terus sekolah. Kami sepakat.

Setelah berkeliling sejenak, kami pun pamit. Wah ternyata Pa Guru sudah menyiapkan sekarung singkong. Syukron jazakumullah khoir. Semoga berkah.


Candi Jiwa Karawang

Perjalanan kami teruskan ke Candi Jiwa Bekasi. Hehehe, ini bukan karena liburan Waisak. Cuma penasaran aja, pengen tau. Mumpung ada waktu, gitu lho.

Kompleks Percandian Batujaya adalah sebuah suatu kompleks sisa-sisa percandian Buddha kuna yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Situs ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang tersebar di beberapa titik.

http://id.wikipedia.org/wiki/Percandian_Batujaya


Lokasi

Situs Batujaya secara administratif terletak di dua wilayah desa, yaitu Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Luas situs Batujaya ini diperkirakan sekitar lima km2. Situs ini terletak di tengah-tengah daerah persawahan dan sebagian di dekat permukiman penduduk dan tidak berada jauh dari garis pantai utara Jawa Barat (pantai Ujung Karawang). Batujaya kurang lebih terletak enam kilometer dari pesisir utara dan sekitar 500 meter di utara Ci Tarum. Keberadaan sungai ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keadaan situs sekarang karen tanah di daerah ini tidak pernah kering sepanjang tahun, baik pada musim kemarau atau pun pada musim hujan.

Lokasi percandian ini jika ditempuh menggunakan kendaraan sendiri dan datang dari Jakarta, dapat dicapai dengan mengambil jalan tol Cikampek. Keluar di gerbang tol Karawang Barat dan mengambil jurusan Rengasdengklok. Selanjutnya mengambil jalan ke arah Batujaya di suatu persimpangan. Walaupun jika ditarik garis lurus hanya berjarak sekitar 50km dari Jakarta, waktu tempuh dapat mencapai tiga jam[1] karena kondisi jalan yang ada.

Situs Batujaya terletak di lokasi yang relatif berdekatan dengan Situs Cibuaya (sekitar 15km di arah timur laut), yang merupakan peninggalan bangunan Hindu, dan situs temuan pra-Hindu "kebudayaan Buni" yang diperkirakan berasal dari masa abad pertama Masehi. Kenyataan ini seakan-akan mendukung tulisan Fa Hsien yang menyatakan: "Di Ye-po-ti (Taruma, maksudnya Kerajaan Taruma) jarang ditemukan penganut Buddhisme, tetapi banyak dijumpai brahmana dan orang-orang beragama kotor".[2]

Penelitian

Situs Batujaya pertama kali diteliti oleh tim arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia (sekarang disebut Fakultas Ilmu Budaya UI) pada tahun 1984 berdasarkan laporan adanya penemuan benda-benda purbakala di sekitar gundukan-gundukan tanah di tengah-tengah sawah. Gundukan-gundukan ini oleh penduduk setempat disebut sebagai onur atau unur dan dikeramatkan oleh warga sekitar. Semenjak awal penelitian dari tahun 1992 sampai dengan tahun 2006 telah ditemukan 31 tapak situs sisa-sisa bangunan. Penamaan tapak-tapak itu mengikuti nama desa tempat suatu tapak berlokasi, seperti Segaran 1, Segaran 2, Telagajaya 1, dan seterusnya.[2]

Sampai pada penelitian tahun 2000 baru 11 buah candi yang diteliti (ekskavasi) dan sampai saat ini masih banyak pertanyaan yang belum terungkap secara pasti mengenai kronologi, sifat keagamaan, bentuk, dan pola percandiannya. Meskipun begitu, dua candi di Situs Batujaya (Batujaya 1 atau Candi Jiwa, dan Batujaya 5 atau Candi Blandongan) telah dipugar dan sedang dipugar.

Ekskavasi dan penelitian dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan dibantu oleh EFEO (École Français d’Extrême-Orient) dan dukungan dana dari Ford Motor Company[3] digunakan untuk kegiatan kajian situs ini.

Bangunan dan Temuan lainnya

Dari segi kualitas, candi di situs Batujaya tidaklah utuh secara umum sebagaimana layaknya sebagian besar bangunan candi. Bangunan-bangunan candi tersebut ditemukan hanya di bagian kaki atau dasar bangunan, kecuali sisa bangunan di situs Candi Blandongan.

Candi-candi yang sebagian besar masih berada di dalam tanah berbentuk gundukan bukit (juga disebut sebagai unur dalam bahasa Sunda dan bahasa Jawa). Ternyata candi-candi ini tidak memperlihatkan ukuran atau ketinggian bangunan yang sama.

Bunga Teratai

Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Kata "jiwa" sangat dekat dengan nama salahsatu nama dewa dalam agaman Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari "syiwa" menjadi "jiwa" bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa.

Penanggalan

Berdasarkan analisis radiometri Carbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan, salah satu situs percandian Batujaya, diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12.

Di samping pertanggalan absolut di atas ini, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk paleografi tulisan beberapa prasasti yang ditemukan di situs ini dan cara analogi dan tipologi temuan-temuan arkeologi lainnya seperti keramik China, gerabah, votive tablet, lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata banyak membantu.

Bahan penulisan ini bisa dibaca di Situs Percandian Batujaya, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat (brosur Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang Wilayah Kerja Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung, 2003). (Eman Mulyatman)

Bagi Pembaca yang ingin berpartisipasi memberikan sumbangan Silakan hubungi kami di : email: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya atau telepon ke Sahabat Alam di 021-33413279 untuk transfer bisa melalui: Rekening Bank: BCA KCP Klender 412 1181 643 An: Eman Mulyatman atau Bank Syariah Mandiri Capem Kalimalang 06 9703 1963

USAID Sumbang 100.000 Dollar untuk Rehabilitasi Candi Borobudur

E-mail Cetak PDF

USAID Sumbang 100.000 Dollar untuk Rehabilitasi Candi BorobudurCyberSabili-JAKARTA -- USAID hari ini mengumumkan sumbangan senilai 100 ribu dollar AS kepada UNESCO untuk merehabilitasi Candi Borobudur setelah terjadinya letusan Gunung Merapi, sebagai bagian dari Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. USAID akan memberikan bantuan darurat seperti mempertahankan tenaga kerja setempat dalam jumlah yang besar dan pengadaan peralatan untuk kegiatan pembersihan. Kemitraan Komprehensif menjadi hal yang penting bagi hubungan bilateral kedua negara dan dibentuk atas nilai-nilai kebebasan, pluralisme, toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap HAM yang dianut bersama.

Candi Borobudur ditutup untuk sementara tahun lalu bagi wisatawan ketika muncul kekhawatiran akan dampak dari abu letusan Gunung Merapi terhadap kawasan candi. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Badan Konservasi Peninggalan (BKP) Borobudur memprakarsai langkah-langkah darurat untuk membersihkan candi. Mengingat pariwisata merupakan sumber utama perekonomian di daerah ini, banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali bidang ini.

“Bantuan yang kita berikan akan membantu menghidupkan kembali mata pencarian bagi warga setempat yang terkena dampak letusan, melalui keterlibatan mereka dalam merehabilitasi sektor pariwisata yang merupakan hal penting bagi perekonomian daerah ini,” ujar Direktur USAID Walter North.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan terletak kurang dari 35 km dari Candi Borobudur. Rangkaian letusan yang terjadi pada Oktober dan November 2010 menyebabkan kematian 322 orang dan 135.000 orang terlantar. Abu letusan tersebut juga menyelimuti kawasan candi dengan ketebalan 4,5 cm.

Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan 9 menggunakan 57.000 kubik meter batu vulkanik. Candi ini dihiasi 2.627 panel relief dan 504 buah arca. Pada 1991, candi ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Borobudur menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia dan sumber perekonomian penting bagi pemda setempat.

Pantai Pasir Kencana Pekalongan, RINDU LAUT

E-mail Cetak PDF

Pantai Pasir Kencana Pekalongan, RINDU LAUTSetelah lima edisi berturut-turut naik turun gunung, kali ini kru Sahabat Alam mengajak sobat Elka bertamasya ke laut. Asik..! Eit bukan berarti bosan dengan gunung ya, cuma mau buktiin di laut juga kita jaya. Kaya motonya angkatan laut aja ya?

Setelah ngobrol sedikit dengan rekan Anwar yang menjadi guide dadakan, kami memutuskan untuk ke Pantai Pasir Kencana. Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana merupakan Obyek Wisata Utama yang dimiliki Pemerintah Kota Pekalongan lho.

Pantai ini termasuk Pekalongan Utara. Ibukota Kecamatan Pekalongan Utara terletak di Kelurahan Panjang Wetan. Wilayah Kecamatan Pekalongan Utara wilayah pesisir pantai utara (laut Jawa), yap daerah ini yang biasa kamu kenal dengan istilah Pantura. Gak heran bila sebagian wilayahnya yang berdekatan dengan pantai seringkali mengalami Rob (air laut pasang). Wilayah yang sering mengalami bencana rob antara lain; Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Krapyak Lor.

Selain rob, di Kecamatan Pekalongan Utara terdapat satu kelurahan yang menjadi langganan banjir yaitu Kelurahan Pabean. Kok bisa? Gak lain, karena kondisi tanahnya lebih rendah dibanding dengan daratan sekitarnya.

Pasir Kencana adalah tempat santai yang menyajikan keindahan dan kesejukan khas pantai dengan hamparan pasir pantai. Rekreasi yang ditawarkan ditempat ini selain pemandangan, yaitu bersampan dan tentu saja memancing.

Sebelum sampe ke pantai, kamu akan melihat tempat pelelangan ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara Jawa. Kalau datangnya pas dengan kedatangan perahu nelayan yang baru melaut, kamu bisa menikmati suasana lelang ikan. Letak pantai ini 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas lahan pantainya 3,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan ini dibuka untuk umum dari jam 06.00 wib – 21.00 wib.

Fasilitas yang tersedia di Pantai Kencana antara lain, mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, kandang satwa, bangku dan taman untuk bersantai, warung makan, toilet dan lahan parkir. Komplit ya Sob? Obyek Wisata lain yang ada disekitar Pantai Pasir Kencana adalah krematorium, pura dan tambak-tambak ikan serta aquarium ikan laut yang ada di Pelabuhan Perikanan. Disini pengunjung dapat bersantai sambil menyaksikan matahari terbit / terbenam, aktivitas nelayan dan perahunya, bermain di taman, memancing, olah raga pantai atau sekedar menghirup udara pantai yang segar. Wow, seru banget ya Sob kalau kita ada di sana saat ini. Biasanya tempat ini ramai oleh pengunjung pada hari hari Ahad/ Libur dan  Jum’at pagi. Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk dengan harga sebesar Rp. 1.100,00 (hari biasa) ; Rp. 1.600,00 (hari Ahad/Libur) dan Rp. 2.100. Terjangkau kan harganya Sob?

Hari Selasa memang bukan waktu yang tepat untuk rekreasi, pantai terlihat sepi. Angin cukup kencang dan perut pun perlu diganjal. Tapi dalam perjalanan kembali ke camp, rekan Anwar membisiki petualangan yang menantang. Bagaimana kalau ikut perahu nelayan barang sepekan? Wah, dengar tawaran rekan Anwar semangat pun timbul kembali untuk ke laut. Bayangan perahu nelayan yang terombang-ambing, asin air laut dan perjuangan para nelayan menjaring ikan. Seminggu di laut? Berani mencoba? 

Box
PEKALONGAN KOTA BATIK. Pekalongan merupakan kota Batik. Dulu batik menjadi sarana perlawanan pada penjajah. Jadinya mereka mandiri, tak heran bila hingga kini mereka terus eksis. Di gang-gang, entah itu kampung Arab atau pribumi kamu akan menemukan orang-orang yang sibuk membatik atau penjual batik. Ada juga Museum batik ada juga Pasar Grosir. Selain itu,  Rumah Batik dan Kerajinan tersebar di  beberapa daerah di Kota Pekalongan. Di museum batik, Koleksi batik yang ada berasal dari berbagai daerah di nusantara seperti Jogjakarta, Surakarta, dan batik-batik daerah pesisir, seperti Cirebon, Pekalongan, Lasem, Rembang, Tuban dan Sidoarjo. Selain itu  juga terdapat koleksi batik dari Malaysia dan batik-batik kuno yang berusia puluhan bahkan seratus tahun.

Selain museum ada juga Pasar Grosir Batik Setono. Walaupun namanya pasar grosir, ternyata kita bisa membeli barang secara eceran (retail) lho. Komoditas batik, konveksi, tenun, palekat dan kerajinan merupakan bursa utama perdagangan di sentra Pasar Grosir Setono. Pasar Grosir ini mudah dijangkau, terletak 3 km disebelah timur Kota Pekalongan, tepatnya di Jl. Raya Baros yang merupakan Jalur Pantura.


Box:
ONE STOP RECREATION. Selain pantai pasir kencana, Pemkot Pekalongan sedang giat-giatnya membangun. Salah satunya adalah  Rekreasi Terpadu Pekalongan. Kawasan rekreasi ini dipersiapkan menjadi one stop recreation dengan fasilitas hiburan yang beraneka macam. Ada  Akuarium (Sea World) dengan koleksi berbagai jenis ikan laut dan ikan tawar serta biotanya. Taman bermain anak, pemandangan pantai dan muara pelabuhan dengan lalu lintas keluar masuk kapal dari dan ke pelabuhan.
Makan tauto Pekalongan ( soto Pekalongan ) juga enak sekali. Krupuk rasa tahu yang paling enak adalah buatan Pekalongan. Kalau bosan dengan pelayanan restoran, maksudnya duit kamu menipis alias cekak, mampir saja ke warung di sekitar pantai. Menunya ga kalah menarik. Kami menikmati ikan Pe dengan sambal terasi. Awalnya, ngeri juga melihat piring dengan nasi porsi jumbo, eh entah karena sambel terasinya atau laper nasi itu pun dengan segera berpindah ke perut. Hmm..Yummy!

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Features

Ma'had Daarussunnah Bekasi

Ma'had Daarussunnah Bekasi

  Ma'had Daarussunnah Bekasi Kami menawarkan PRO...
Rabu, 16 May 2012 14:06
Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

  ...
Selasa, 15 May 2012 09:39
Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya...
Senin, 14 May 2012 10:53
Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

  ...
Kamis, 10 May 2012 16:43

Geng Motor; Kecacatan Sistematis

  ...
Jumat, 04 May 2012 13:59
MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

  ...
Kamis, 26 April 2012 09:28
RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

Bulan April sangat identik dengan isu seputar...
Selasa, 24 April 2012 13:13
Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

  ...
Selasa, 24 April 2012 13:07
Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

  ...
Rabu, 18 April 2012 11:17
Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

  ...
Senin, 16 April 2012 12:17
Manfaat Sujud

Manfaat Sujud

  BC dari sahabat>Tahukah anda? Sujud melibatkan...
Senin, 16 April 2012 11:57