Jum'at, 18. Mei 2012

Last update08:40:36 AM GMT

Index Berita : Art

Produk

Majalah Sabili Edisi 16 TH XIX 10 Mei 2012

 

cover sabili 16ERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di http://www.WAYANGFORCE.com dan http://www.scanie.com

 
Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader:

Download App Wayang Force Atau Scanie di Apple dan Android kemudian,

Untuk App Scanie :

1. Masuk ke shop Scanie, dengan menekan tombol shop

2. klik majalah yang anda inginkan

3. Klik tombol dengan harga

4. Masukan Apple ID atau masukan password untuk menyelesaikan pembelian.

Untuk App Wayang Force caranya sama.

Majalah SABILI Edisi 16 Th XIX

Telaah Utama

Buat Apa RUU Gender ?

RUU Gender menyentuh hal yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Mengutak-atik konsep wahyu sehingga bisa berubah sesuai kondisi zaman.

Majalah Sabili Edisi 15 TH XIX 26 April 2012

 

cover 15ERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di http://www.WAYANGFORCE.com dan http://www.scanie.com

 
Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader:

Download App Wayang Force Atau Scanie di Apple dan Android kemudian,

Untuk App Scanie :

1. Masuk ke shop Scanie, dengan menekan tombol shop

2. klik majalah yang anda inginkan

3. Klik tombol dengan harga

4. Masukan Apple ID atau masukan password untuk menyelesaikan pembelian.

Untuk App Wayang Force caranya sama.

Majalah SABILI Edisi 15 Th XIX

Telaah Utama

Kisruh BBM Partai Partai Pengkhianat

Hampir enam jam, lobi yang dilakukan partai politik pada sidang paripurna pada Jumat (30/3) lalu, belum juga menghasilkan kata sepakat. Ketika rapat paripuna kembali digelar, hampir pukul 22.00, sidang yang disaksikan rakyat secara langsung itu, hanya menghasilkan dua opsi, yaitu opsi 1, hanya menyetujui pasal 7 ayat 6 tanpa penambahan ayat, yang artinya sama dengan melarang pemerintah menaikkan harga bensin. Opsi 2, menghendaki penambahan ayat 6A yang membuka peluang bagi pemerintah untuk menggunakan haknya menaikkan harga BBM.

Dapatkan Digital Majalah Sabili melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader

 

 

altERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di http://www.WAYANGFORCE.com
 
Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader melalui link dibawah ini :
http://wayangforce.com/index.php/indexme/search/?keyword=sabili

Dapatkan Digital Majalah Sabili melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader

 

Sabili 13-2012 SmallERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di http://www.WAYANGFORCE.com

 
Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader melalui link dibawah ini :

http://wayangforce.com/index.php/indexme/search/?keyword=sabili

ERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di WAYANGFORCE.com

cover-12-XIX SmallERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di http://www.WAYANGFORCE.com

 
Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader melalui link dibawah ini :

 

http://wayangforce.com/index.php/indexme/search/?keyword=sabili

SABILI No 11/XIX: Ham Senjata Barat Perangi Umat Islam

cover sabili_edisi11Cyber Sabili-Jakarta. HAM SENJATA BARAT PERANGI UMAT ISLAM, DARI CIREBON SAMPAI BELANDA JILBAB MASIH DILARANG

Aneh binajaib, di zaman reformasi umat Islam masih saja terus ditekan, lebih aneh lagi Indonesia yang pernah merasakan 350 tahun di jajah Belanda justru malah ikut-ikutan memusuhi Jilbab TAHUN 1979,beberapa siswi SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Negeri di Bandung memakai jilbab, pro kontra mulai merebak hingga ketua MUI Jawa Barat, Engkin Zaenal Muttaqin ikut menyelesaikan masalah itu. Kasus ini diikuti SMA Negeri 3 dan 4 Bandung pada 1980, lalu menyusul SMA Negeri 8 dan 30 Jakarta, setelah itu maraklah HAM SENJATA Barat.

Dapatkan majalah Sabili Edisi 11 Tahun XIX 1 Maret 2012

 Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader melalui link dibawah ini :

 http://wayangforce.com/index.php/indexme/search/?keyword=sabili

   

MENINABOBOKAN SANG RAKSASA AGAR TERUS LEMAH


Umat Islam tahu benar, bahwa bukan musuh yang kuat, tapi karena umat Islam sendiri yang lemah. Salah satu kelemahan itu adalah mudah diadu domba. Dari forum seminar di masjid Al Fajr FUUI berusaha mengingatkan
pemahaman salah yang terlanjur berkembang di masyarakat umum, Islam bukanlah sumber penyebab kekerasan yang terjadi selama ini. Acara “Membedah Isyu Meresahkan, Terorisme, Deradikalisasi, Menyikapi
Fitnah Terhadap Umat Islam”, ini bertempat di Masjid Al Fajr, jalan Cijagra, Buah Batu, Kota Bandung (28/
1), seribu-an peserta menghadiri tabligh akbar yang menghadirkan pembicara, Drs Aminudin Yakub, M.Ag (Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat), KH Mudzakir, Penasihat MUI Surakarta dan KH Athian
Ali M Dai, Ketua FUUI.

ERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di WAYANGFORCE

cover sabili_edisi10ERA DIGITAL; Sekarang Majalah SABILI sudah bisa dibaca di WAYANGFORCE.com

 

 Dapatkan Digital Majalah Sabili  melalui Apple Ipad, Samsung Tab dan web reader melalui link dibawah ini :

 http://wayangforce.com/index.php/indexme/search/?keyword=sabili

SABILI No 09/XIX: “Allah Melaknat Si Penyuap dan Yang Disuap”

Cover_Sabili_09-XIX-KecilCyber Sabili-Jakarta. Korupsi memang sudah merajalela di negeri ini. Tapi, posisi dan jabatan apa yang paling rentan terhadap perilaku korup, khususnya yang kelas kakap? Bagaimana dengan kebiasaan suap menyuap yang juga sudah menggurita di hampir semua instansi pemerintah?

Padahal, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mengingatkan dengan keras: “Allah melaknat si penyuap dan yang disuap.” Tidak takutkah dengan laknatullah? Apa akibatnya jika laknatullah sudah turun di negeri ini? Temukan jawabannya pada Tulisan I Telaah Utama.

SABILI No 07/XIX: “2011 Berlalu, Kasus Pemurtadan Dibekukan”

Cover_Sabili_07-XIX-KecilCyber Sabili-Jakarta. Kristenisasi dan pembangunan gereja liar terjadi hampir tiap saat di semua daerah di pelosok negeri. Tapi, kasus pidana dan kriminal akidah ini tak satu pun yang dibisa diselesaikan, apalagi berakhir di meja hukum. Kasus apa saja itu? Dan, mengapa hukum tak berdaya menyelesaikannya?

Berbagai kasus kristenisasi muncul tiap saat di berbagai pelosok negeri. Dan, sepanjang 2011, Majalah Sabili serta CyberSabili (www.sabili.co.id) tak bosan mewartakan, mengungkap, menganalisa, bahkan mendorong aparat untuk segera menuntaskan berbagai kasus kristenisasi melalui jalur hukum.

SABILI No 06/XIX: “Gelombang Kedua Revolusi Timur Tengah”

Cover_Sabili_06-XIXCyber Sabili-Jakarta. Revolusi Timur Tengah yang berawal di Tunisia telah menjalar ke semua kawasan kaya minyak ini. Kini, revolusi itu memasuki babak kedua yang ditandai dengan kemenangan partai Islam di Tunisia, Maroko, dan Mesir. Di Libya dan beberapa negara di sekitarnya juga dideklarasikan partai Islam.

Yang pasti, kemenangan partai Islam di Tunisia, Maroko, dan Mesir diyakini banyak analis politik sebagai parameter kuat tentang arah dan tujuan revolusi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara ini. Kebangkitan rakyat menggulingkan rezim otoriter dan despotik di negerinya masing-masing, awalnya dituduh sebagai gerakan revolusi sekular tanpa dasar ideologi yang mendasar.

SABILI No 05/XIX: “Arus Revolusi Dibalik Maraknya Jilbab”

Cover_Sabili_05-XIXCyber Sabili-Jakarta. Tak terasa, 30 tahun sudah semarak jilbab menemani perjuangan dakwah kaum Hawa di negeri ini. Tapi, rasa sakit akibat intimidasi, pencekalan, pengucilan, hingga pelabelan sebagai aliran sesat dan gerakan radikal selama memperjuangkan “legalisasi” jilbab masih terasa hingga kini. Jangan sampai perjuangan ini ternoda bahkan sia-sia oleh arah revolusi jilbab yang tak sesuai syariat.

Semangat dan konsistensi dalam perjuangan mensosialisasikan jilbab sesuai syar’i memang harus terus digalakkan. Apalagi, di tengah-tengah “booming” busana Muslim dan Muslimah belakangan ini. Jika sekadar slogan jilbab fashionable tapi tetap syar’i sudah lama kita dengar.

SABILI No 03/XIX: “Kristen; Mati di Eropa Subur di Indonesia”

Cover_Sabili_03-XIXCyber Sabili-Jakarta. Di saat ajaran Kristen tak laku lagi dijajakan di Eropa dan AS, fenomena kristenisasi justru tumbuh subur di Indonesia. Ketika masyarakat Eropa dan AS ramai-ramai meninggalkan gereja, sebagian masyarakat kita justru berlomba mendirikan gereja. Ketika izin tak ke luar, gereja ilegal pun jadi pilihan.

Dua hajatan besar gereja baru saja berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara. Pertama,  Window International Network (WIN), 2–11 September 2011. Acara ini dihadiri 30 delegasi gereja dari 14 negara di Afrika, Asia Tengah, dan Timur Tengah.  Kedua, Global Christian Forum (GCF), 4–7 Oktober 2011. Ini adalah GCF kedua dari rangkaian acara empat tahunan para pimpinan gereja se-dunia. GCF pertama diadakan di Limuru, Kenya, tahun 2007. GCF kedua ini dihadiri 308 pimpinan gereja dari berbagai denominasi di 81 negara.

ELKA No 01/XIX: Dika Restiyani (Muslimah Beauty 2011): “Jilbab Bukan Halangan Berprestasi”

Cover_Khazanah_01Cyber Sabili–Jakarta. Berjilbab bukan halangan untuk berprestasi. Bener lho! Ini seperti yang dialami Dika Restiyani, pemenang Muslimah Beauty 2011.

Meskipun memakai jilbab, ia tetap berprestasi dan aktif dalam kegiatan sosial, berkarier di bidang modeling, dan menjadi entrepreneur.

Duta fashion muslimah yang bercita-cita jadi Menteri Sosial ini memiliki tugas memperkenalkan dan mempopulerkan busana Muslimah di tanah air.

Mau tahu lebih banyak tentang Dika? Yuk, ikuti bincang-bincang kru eL-Ka Daniel Handoko di Rubrik Teman Kita.

ELKA 26-XVIII: “Menjadi Cantik dengan Sedekah”

Cover_Khazanah_26Cyber Sabili–Jakarta. Allah SWT menyediakan banyak jalan pada umat-Nya untuk mengucap syukur pada-Nya, di antaranya dengan beribadah. Ibadah pun bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya sedekah.

Sedekah merupakan ibadah muamalah yang dilakukan dengan cara berbagi pada sesama atas apa yang kita punya.

Namun, ibadah ini terkadang sulit dilakukan oleh Muslimah, karena merasa harus membeli banyak kebutuhan sehingga urusan untuk bersedekah hanya diambil dari sebagian kecil sisa dana.

ELKA 25-XVIII: “Masjid-Masjid Terluas Nan Megah di Dunia”

Cover_Khazanah_25-XVIIICyber Sabili–Jakarta. Kamu melihat sebuah masjid luas nan megah di kotamu, dan menurutmu itu masjid terbesar di dunia. Hei, jangan salah dulu. Masih banyak masjid lain yang lebih luas nan megah dari masjid kamu lho, hehe…

Yuks, kita intip masjid-masjid yang memang sudah diakui dunia sebagai masjid luas nan megah ini. Masjid apa dan di mana saja itu? Pantengin di Rubrik BeTeYe.

ELKA 24-XVIII: “Ramadhan Unik di Banyak Negara”

Cover_Khazanah-24Cyber Sabili–Jakarta. Lain padang lain-lain belalang. Lain lubuk lain ikan. Beginilah pepatah lama berbunyi. Bahwasannya, perbedaan adalah sesuatu yang lazim. Beginilah juga Ramadhan di antara kita.

Tidak semua orang ‘merayakan’ Ramadahan dengan caranya sama—lebih-lebih bila dalam ruang lingkup Negara. Tradisi-tradisi kekhasan menyambut Ramadhan, tradisi berbuka puasa menunjukkan bahwa Islam senantiasa hidup dalam warna-warni perbedaan namun tetap satu.

Penasaran dengan keunikan tradisi Ramadhan di banyak Negara, pantengin ulasannya di Rubrik Teropong.

ELKA 23-XVIII: “Agar Muslimah Tak Terjerat Perdagangan Manusia”

Cover_Khazanah_23Cyber Sabili-Jakarta. Assalamu’alaikum Wr Wb. Wah, kelas baru nih Sob! Alhamdulillah ya, Sob semua naik kelas. Ada yang masuk sekolah baru ya? Seragam baru dan lingkungan baru nih! eL-Ka doakan semoga Sob semua bisa beradaptasi dengan lingkungan dan pelajaran, baik di kelas baru maupun di sekolah yang baru. Amin.

eL-Ka edisi kali ini insya Allah akan tetap hadir dengan berbagai macam rubrik favorit Sob semua lho. Ada Sahabat Alam, BTY, Oase, dan lain sebagainya.

eL kA No 22 TH XVIII: “Manajemen Istri Salehah”

Cover_Khazanah_22Cyber Sabili–Jakarta. setiap keindahan, perhiasan dunia Hanya istri solehah perhiasan terindah. Itulah penggalan lirik lagu dangdut Istri Salehah buah karya Bang H.Roma Irama yang menggambarkan bahwa istri yang solehah itu ibarat perhiasan dunia. Dalam kaitan ini, yang disebut istri solehah yakni ciri-cirinya menaati atau patuh pada suami.

Memang benar adanya, seorang istri yang taat dan patuh pada suami akan membuat rumah tangga akan terasa tentram dan penuh berkah. Bahkan ketaatan kepada suami akan mengangkat kedudukan seorang istri di hadapan Allah SWT. Tak berlebihan bila lebih tepatnya diistilahkan sebagai perhiasan dunia dan akhirat. Simak tuh kelanjutannya pada Rubrik Dunia Perempuan.

eL kA No 21 TH XVIII: “Remaja dan Seks Bebas”

Cover_khazanah_21Cyber Sabili–Jakarta. Mayoritas remaja cenderung mengedepankan ego, nafsu dan kehendak sendiri tanpa mengindahkan norma, agama, dan pandangan orang lain. Kendati itu orang tua sendiri, tidak aneh apabila banyak remaja yang terjerumus pada perilaku 'Seks Bebas', menafikan norma-norma agama yang mengharamkan melakukan hubungan biologis tanpa ikatan nikah. Pantengin kelanjutannya di Rubrik Teropong.

Nasyid Religi Romantis “Suby-Ina”

Suby-Ina adalah sepasang suami istri yang berkecimpung cukup lama di bidang nasyid dengan Suby sebagai vokalis di Alveoli dan Ina dalam Hani & ina. Ikuti selengkapnya tentang bintang nasyid ini di Rubrik Teman Kita.

Resensi Buku "Ekonomi Islam Substantif"

ekonomIslamsubstantifKritik terhadap kapitalisme yang sedang ‘sakit’ mengajukan konsep ekonomi Islam sebagai alternatif. “Ekonomi Islam Substantif” yang dipilih menjadi judul buku ini menghadirkan sebuah hipotesis: bahwa secara substansi, ekonomi Islam terbukti paling compatible dengan alam.

Dari tulisan-tulisannya, buku ini bersifat kritis dan progresif, dua karakter yang wajib dimiliki setiap akademisi. Kritis dalam menyikapi setiap fenomena nyata sambil memberikan input konstruktif. Progesif yang berarti sarat akan visi perubahan dan kemajuan atas fenomena yang dikritisi. Terlebih, status mahasiswa/akademisi yang bebas kepentingan (interest) yang kadang menghalangi seseorang berpendapat lebih adil. Membaca buku ini, kita akan melihat bahwa dua karakteristik tersebut menjadi ruh dalam tiap tulisan khas mahasiswa: mengalir bebas tanpa beban.

Menjadi istimewa, buku setebal 134 halaman ini ditulis oleh “mahasiswa-mahasiswa ekonomi Islam”, sebuah status yang masih “langka” di belantara kampus dengan berbagai subjek dan disiplin ilmu. Sehingga, buku ini menjadi ungkapan pemikiran orisinil mahasiswa dalam ranah keilmuan ekonomi Islam.

Secara garis besar, karakteristik artikel-artikel dalam buku ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, bersifat konseptual ekonomi Islam itu sendiri. Kedua, bersifat kritik terhadap kapitalisme yang sedang ‘sakit’ dan konsep ekonomi Islam sebagai alternatif solutif. Ketiga, bersifat otokritik terhadap pengembangan ekonomi Islam saat ini disertai masukan membangun.

Artikel berjudul “Konsep Uang dalam Islam” mencoba mengkaji problematika uang dari sisi fikih. Lebih lanjut, “Selamat Datang Dinar” mengeksplorasi keunggulan dinar sebagai mata uang anti-inflasi, anti-spekulasi, dan anti kezaliman dibandingkan uang kertas kerap memicu bubble economic yang berujung pada krisis. Kemudian, artikel berjudul “Ramadhan, Momentum Kebangkitan Ekonomi Islam” mengusung ide bahwa puasa sejatinya tidak saja berdimensi ibadah spiritual an-sich, tetapi juga mengajarkan akhlak horizontal (mu’amalah), khususnya dalam bidang bisnis.

Sedangkan kritik atas kapitalisme sangat terlihat pada artikel “Bom itu Bernama Riba” dan “Suku Bunga, Inflasi dan Krisis Keuangan Dunia” yang berhasil membuktikan secara empiris dampak destruktif bunga terutama peranannya dalam memicu inflasi. Sehingga perlu dikaji kembali keberadaan institusi bunga di dalam perekonomian, apakah bermanfaat bagi kestabilan moneter Indonesia ataukah malah sebaliknya. “Distorsi Distribusi Harta” juga memberikan kritik telak kepada kapitalisme yang gagal mewujudkan kesejahteraan yang lebih adil dan merata. Sedangkan “Antara Kapitalisme dan Sosialisme” dan “Ekonomi Esok Hari” menawarkan sebuah konsep ekonomi yang penuh nilai-nilai universal dan kemanusiaan: adil, penuh toleransi dan inklusif. Untuk menggantikan kapitalisme yang telah gagal.

Mengambil porsi terbanyak adalah artikel-artikel bersifat otokritik terhadap model pengembangan ekonomi Islam saat ini. Dimulai dari “Definisi Ulang Ekonomi Islam” yang membahas fenomena lambatnya pengembangan ekonomi Islam disisi akademis dibandingkan institusinya. Hal senada diungkap dalam “Reposisi Pemahaman Ekonomi Islam” yang membahas lebih dalam berbagai lubang dalam pengembangan ekonomi Islam beserta solusi rasionalnya.  Sedangkan “Riset Ekonomi Islam, Peluang dan Tantangan” mengkaji lebih khusus pengembangan sisi akademis-teoretis ekonomi Islam beserta rintangan-rintangan yang dihadapi.

Model pengembangan perbankan Islam di Indonesia yang cenderung pragmatis dibanding memilih untuk berdiri pada “asholah” (karakter asli) yang dimilikinya dikupas tuntas dalam artikel “Mencandera Perbankan Syariah Indonesia”. Keberpihakan bank syariah terhadap sektor pertanian juga menjadi sebuah pertanyaan dalam artikel “Bank Islam Pro Petani?”. Disusul tulisan berjudul “Redesign Ekonomi Islam” yang menawarkan solusi blue print yang bersifat global beserta syarat-syarat yang harus dimiliki. “Paradigma Ekonomi dan Peran Dakwah” menekankan perlunya model dakwah ekonomi Islam yang menitikberatkan aspek asas-tauhid, mengikuti aspek praktikal-akad. Sedangkan, “Bank Syariah Pasca UU 21” memandang bahwa UU saja tidak cukup membuat fundamental bank syariah kuat dan berkembang.  Dan penyediaan SDM-SDM yang holistik-integralistik sebagai  solusi yang tepat. Perlunya bank syariah untuk berkaca pada Grameen Bank, terutama dalam pemberdayaan rakyat kecil juga dibahas dengan lugas pada “Bank nDeso”, meski terdapat beberapa catatan negatif terhadap bank gagasan Muhammad Yunus tersebut. Agak sedikit berbeda “Arus Kiri-Kanan Ekonomi Syariah” berusaha memetakan arus-arus pemikiran yang menyikapi perkembangan perbankan Islam.

Diikuti oleh sedikit  “ramalan” dalam artikel “Masa Depan Ekonomi Islam”, terutama pasca krisis keuangan global belakangan ini.  Sebagai pamungkas, “Ekonomi Islam Substantif” yang dipilih menjadi judul buku ini menghadirkan sebuah hipotesis: bahwa secara substansi, ekonomi Islam terbukti paling compatible dengan alam. Premis yang semakin presisif ketika melihat kebisuan ekonomi Kapitalisme menjawab tantangan krisis global saat ini. Sehingga ekonomi apapun namanya, saat ia eksis dan berdampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat dunia dan sustainabilitas alam semesta, hampir dipastikan sesungguhnya dia sedang beririsan dengan ekonomi Islam.

Semoga kehadiran buku ini akan memberikan suatu semangat dan wacana baru tentang sistem ekonomi yang gagal memberikan kesejahteraan kepada sebagian besar masyarakat dunia; melihat alternatif yang dimiliki Islam serta “pekerjaan rumah” yang masih tersisa dalam proses perbaikan. Selamat membaca.

Email: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Features

Ma'had Daarussunnah Bekasi

Ma'had Daarussunnah Bekasi

  Ma'had Daarussunnah Bekasi Kami menawarkan PRO...
Rabu, 16 May 2012 14:06
Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

  ...
Selasa, 15 May 2012 09:39
Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya...
Senin, 14 May 2012 10:53
Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

  ...
Kamis, 10 May 2012 16:43

Geng Motor; Kecacatan Sistematis

  ...
Jumat, 04 May 2012 13:59
MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

  ...
Kamis, 26 April 2012 09:28
RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

Bulan April sangat identik dengan isu seputar...
Selasa, 24 April 2012 13:13
Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

  ...
Selasa, 24 April 2012 13:07
Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

  ...
Rabu, 18 April 2012 11:17
Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

  ...
Senin, 16 April 2012 12:17
Manfaat Sujud

Manfaat Sujud

  BC dari sahabat>Tahukah anda? Sujud melibatkan...
Senin, 16 April 2012 11:57