Cyber Sabili-UEA: Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Senin(27/2) akan mulai menarik kaleng Pepsi dan Coca Cola ukuran 300ml dari pasar lokal setelah mereka melanggar aturan perlindungan konsumen. Mereka terbukti mengurangi ukuran kaleng tanpa persetujuan resmi sebelumnya dengan pemerintah.
Kementerian Ekonomi mengatakan akan mengambil kaleng Pepsi dan Coca Cola ukuran 300ml dari rak-rak di semua toko dan outlet pemasaran di seluruh Emirat.
Menjawab pertanyaan wartawan hari Ahad (19/2), seorang pejabat Kementerian mengatakan, Pepsi dan Coca Cola, produsen terbesar di dunia minuman, melanggar aturan ketika mereka mengurangi ukuran kaleng 355ml yang berharga 1,5 Dinar menjadi 300ml dan menghapus label harga di kaleng baru.
"Kami menyetujui permintaan mereka untuk memasarkan kaleng berukuran 355ml dan mencantumkan harga di kaleng tapi malah mereka mengurangi ukuran kaleng dan menghapus label harga dari kaleng," kata Hasyim Al Nuaimi, direktur divisi perlindungan konsumen dari Kementerian Perekonomian.
"Perbuatan kedua perusahaan itu merupakan penipuan dan kecurangan yang tidak dapat diterima .... karena mereka mengurangi ukuran kaleng dengan harga yang sama, ini artinya mereka menaikan harganya, yang mana ini adalah melanggar hukum perlindungan konsumen."
Dia mengatakan, Departemennya telah melakukan inspeksi setelah menerima pengaduan dari masyarakat bahwa kedua perusahaan telah mengurangi ukuran kaleng tanpa memotong harga.
"Kami menganggap ini sebagai penipuan konsumen yang harus dihentikan,"katanya lagi.(em247)
Berita Terbaru:
- 28/02/2012 11:15 - Akibat Perang, 500.000 Rakyat Afghanistan Kehilangan Rumah
- 28/02/2012 09:49 - Jilbab Modis Hana Tajima Simpson
- 27/02/2012 21:08 - Ulama Saudi Keluarkan Fatwa Untuk Bunuh Assad
- 27/02/2012 14:13 - 80.000 Rakyat Suriah Lari ke Yordania
- 23/02/2012 09:59 - Berkat Doa Ibu, Musharraf Selalu Selamat Dari Upaya Pembunuhan
Berita Sebelumnya:
- 22/02/2012 18:22 - Karzai Akui Kontak Dengan Mullah Umar Melalui Perantara
- 22/02/2012 14:09 - 119.000 Orang Terlibat Narkoba di Saudi
- 22/02/2012 10:02 - Jangan Lepas Cadarmu
- 21/02/2012 11:03 - Jumlah Masjid di Prancis Lebih Banyak Dari Pada Gereja
- 21/02/2012 07:24 - Chris Hawley, Bukan Lagi Soal Warna Kulit tapi Agama




