Cyber Sabili-Keluarga Presiden Tunisia yang digulingkan, Zine El Abidine Ben Ali, yang terpaksa lari meninggalkan negaranya setelah kudeta, berhasil membawa kabur 1,5 ton emas, seperti dilaporkan surat kabar Prancis “Le Monde”.
Surat kabar itu menjelaskan bahwa istri Ben Ali mengajukan permintaan kepada Bank Sentral Tunisia untuk mendapatkan cadangan emas. Namun, permintaannya ditolak.
Setelah itu, Zine El Abidine Ben Ali juga mengajukan permintaan kepada Gubernur Bank. Awalnya permintaan Ben Ali ditolak, tapi tiba-tiba saja bank mengubah keputusannya dan mengabulkan permintaannya.
Akhirnya, berita yang beredar menyebutkan istri Ben Ali berhasil membawa kabur emas tersebut.
Sebelumnya, berbagai aksi protes yang mewarnai jalanan di kota-kota Tunisia telah memaksa Presiden Zine El Abidine Ben Ali untuk meninggalkan negara yang dikuasainya selama 23 tahun.
Ben Ali meninggalkan negaranya pada tanggal 14 Januari 2011. Ia pergi ke Kerajaan Arab Saudi. (ar.rian.ru/Dwi)
- 23/01/2011 12:31 - Al-Azhar Hentikan Dialog dengan Vatikan
- 23/01/2011 01:23 - Mufti Saudi: Fatwa Haram Atas Aksi Bakar Diri
- 20/01/2011 19:28 - Ikhwan Ancam Mubarak: “Reformasi Atau Digulingkan Seperti Tunisia”
- 20/01/2011 06:17 - Israel Khawatir Islam Berkuasa di Tunisia
- 20/01/2011 05:56 - Mantan Presiden Tunisia Pendukung Utama Israel
- 20/01/2011 05:27 - Inilah Diktator Tunisia Yang Digulingkan Rakyat
- 14/01/2011 16:36 - Awal 2011, 67 Warga Palestina Diculik Israel
- 12/01/2011 18:04 - Tiap Tahun 200 Ribu Orang Amerika Masuk Islam
- 10/01/2011 09:53 - Ternyata, Israel Tak Mampu Perang Panjang
- 08/01/2011 23:48 - Konspirasi Saudi Di Irak Terbongkar




