Orang-orang di Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar di Afghanistan timur, mengatakan mereka khawatir tentang kualitas senjata yang diserahkan kepada tentara dan polisi Afghanistan untuk memerangi gerilyawan, Press TV melaporkan Jumat(27/1).
Mereka mengatakan bahwa pasukan lokal tidak memiliki senjata yang cukup untuk memerangi gerilyawan Taliban setelah Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO menyerahkan keamanan kepada pasukan pemerintah. Kejadian ini memang benar terjadi walaupun NATO tetap mengklaim bahwa NATO telah membangun kembali dan memperkuat tentara Afghanistan.
Rakyat Afghanistan juga menyatakan keprihatinan atas masalah senjata ilegal yang menyebar di negara yang dilanda perang ini.
Amerika Serikat dan para pemimpin NATO telah menetapkan 2014 sebagai tanggal untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pemerintah lokal di Afghanistan.
Situasi keamanan tetap rapuh di Afghanistan meskipun kehadiran hampir 140.000 pasukan asing pimpinan Amerika.(Ag/Sia)
Berita Terbaru:
- 31/01/2012 14:26 - Warga Georgia Menentang Pembangunan masjid
- 31/01/2012 11:43 - Pemberontak Islam Larang Palang Merah Internasional Masuk Somalia
- 31/01/2012 11:38 - Cina Siapkan 8.000 Polisi Di Kampung Muslim
- 31/01/2012 11:36 - Berencana Mengebom, Muslim Norwegia Dihukum
- 31/01/2012 10:15 - Presiden Afghanistan Ingin Berbicara Dengan Taliban
Berita Sebelumnya:
- 27/01/2012 12:13 - Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina
- 27/01/2012 12:08 - Rumah Polisi Irak Dibom, 10 Tewas
- 26/01/2012 20:07 - Australia Ingin Merekrut Mata-Mata Muslim
- 25/01/2012 22:08 - Tim Navy SEAL Penyelamat Sandera di Somalia Adalah Tim Yang Membunuh bin Laden
- 25/01/2012 21:40 - Ultah Pertama Revolusi Mesir




