Setelah beberapa bulan perundingan, kedua negara menandatangani kesepakatan pengaturan gaji bulanan pembantu asal Filipina di Arab Saudi, dengan memberikan gaji minimal 1.500 Riyal ($ 400) dan menetapkan bahwa majikan harus memberinya hari libur tiap minggu dan minimal 30 hari libur tahunan.
Perjanjian yang ditandatangani di Manila pekan lalu, juga memberikan pembantu dari negara Asia hak untuk menyimpan sendiri paspor mereka selama mereka tinggal di Saudi dan memiliki tiket gratis ke negara asalnya setiap tahun. Berdasarkan perjanjian tersebut, majikan juga harus membuka rekening bank untuk pembantu rumah tangga untuk mentransfer gajinya ke bank pada tiap akhir bulan. Majikan juga terikat untuk memberikan pelayan tempat tinggal yang layak dan makanan atau uang saku, lapor harian Saudi, Alhayat.
Selain itu, majikan juga harus menanggung semua biaya yang berkaitan dengan visa kedatangan, izin tinggal, dan keberangkatan. Juga mereka harus memperlakukan pembantu mereka dengan baik dan tidak memaksa mereka untuk bekerja di rumah lain, kata surat kabar itu.
Arab Saudi, pemasok minyak terbesar di dunia, menangguhkan visa untuk pembantu rumah tangga dari Filipina dan Indonesia pada tahun 2011 sebagai respon terhadap pembatasan perjalanan pembantu rumah tangga menyusul serangkaian insiden yang mengorbankan mereka.
Koran ini mengatakan pada akhir tahun lalu bahwa pembantu Filipina akan diizinkan untuk kembali ke Arab Saudi dalam waktu satu bulan sementara mereka dari Indonesia akan diberikan visa lagi dalam waktu tiga bulan.
Keputusan itu diambil setelah kunjungan oleh delegasi tingkat tinggi perburuhan Saudi ke Filipina dan Indonesia, di mana perjanjian baru telah ditandatangani.
Lebih dari 1,5 juta pembantu rumah tangga dari Filipina, Indonesia, Sri Lanka dan negara-negara Asia dan Afrika lainnya bekerja di Arab Saudi.
Kerajaan Saudi diprotes oleh kelompok hak asasi manusia lokal dan luar negeri atas kematian beberapa pembantu rumah tangga, yang telah dilaporkan dibunuh oleh majikan mereka.(Sia)
Berita Terbaru:
- 31/01/2012 11:43 - Pemberontak Islam Larang Palang Merah Internasional Masuk Somalia
- 31/01/2012 11:38 - Cina Siapkan 8.000 Polisi Di Kampung Muslim
- 31/01/2012 11:36 - Berencana Mengebom, Muslim Norwegia Dihukum
- 31/01/2012 10:15 - Presiden Afghanistan Ingin Berbicara Dengan Taliban
- 29/01/2012 22:54 - Tentara Afghanistan Kurang Perlengkapan Dari Pada Taliban
Berita Sebelumnya:
- 27/01/2012 12:08 - Rumah Polisi Irak Dibom, 10 Tewas
- 26/01/2012 20:07 - Australia Ingin Merekrut Mata-Mata Muslim
- 25/01/2012 22:08 - Tim Navy SEAL Penyelamat Sandera di Somalia Adalah Tim Yang Membunuh bin Laden
- 25/01/2012 21:40 - Ultah Pertama Revolusi Mesir
- 25/01/2012 21:03 - Bergabunglah Bersama Viva Palestina




