Kamis, 23. Februari 2012

Last update08:37:50 AM GMT

Index Berita : Berita Internasional Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina

Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina

E-mail Cetak PDF
saudi-maids
Cyber Sabili-Riyadh: Arab Saudi telah sepakat mencabut larangan satu tahun pekerja pembantu rumah tangga dari Filipina setelah Saudi bersedia memenuhi tuntutan Manila atas hak untuk melindungi hak-hak pekerja Filipina.

Setelah beberapa bulan perundingan, kedua negara menandatangani kesepakatan pengaturan gaji bulanan pembantu asal Filipina di Arab Saudi, dengan memberikan gaji minimal 1.500 Riyal ($ 400) dan menetapkan bahwa majikan harus memberinya hari libur tiap minggu dan minimal 30 hari libur tahunan.

Perjanjian yang ditandatangani di Manila pekan lalu, juga memberikan pembantu dari negara Asia hak untuk menyimpan sendiri paspor mereka selama mereka tinggal di Saudi dan memiliki tiket gratis ke negara asalnya setiap tahun. Berdasarkan perjanjian tersebut, majikan juga harus membuka rekening bank untuk pembantu rumah tangga untuk mentransfer gajinya ke bank pada tiap akhir bulan. Majikan juga terikat untuk memberikan pelayan tempat tinggal yang layak dan makanan atau uang saku, lapor harian Saudi, Alhayat.

Selain itu, majikan juga harus menanggung semua biaya yang berkaitan dengan visa kedatangan, izin tinggal, dan keberangkatan. Juga mereka harus memperlakukan pembantu mereka dengan baik dan tidak memaksa mereka untuk bekerja di rumah lain, kata surat kabar itu.

Arab Saudi, pemasok minyak terbesar di dunia, menangguhkan visa untuk pembantu rumah tangga dari Filipina dan Indonesia pada tahun 2011 sebagai respon terhadap pembatasan perjalanan pembantu rumah tangga menyusul serangkaian insiden yang mengorbankan mereka.

Koran ini mengatakan pada akhir tahun lalu bahwa pembantu Filipina akan diizinkan untuk kembali ke Arab Saudi dalam waktu satu bulan sementara mereka dari Indonesia akan diberikan visa lagi dalam waktu tiga bulan.

Keputusan itu diambil setelah kunjungan oleh delegasi tingkat tinggi perburuhan Saudi ke Filipina dan Indonesia, di mana perjanjian baru telah ditandatangani.

Lebih dari 1,5 juta pembantu rumah tangga dari Filipina, Indonesia, Sri Lanka dan negara-negara Asia dan Afrika lainnya bekerja di Arab Saudi.

Kerajaan Saudi diprotes oleh kelompok hak asasi manusia lokal dan luar negeri atas kematian beberapa pembantu rumah tangga, yang telah dilaporkan dibunuh oleh majikan mereka.(Sia)

Features

Latihan Kepemimpinan Nasional BEM STAI Persis

Latihan Kepemimpinan Nasional BEM STAI Persis

  ...
Rabu, 15 Februari 2012 11:52
Menyatu dengan Masyarakat

Menyatu dengan Masyarakat

    Mulailah target sasaran dakwah dar...
Rabu, 15 Februari 2012 09:44
Menimba Ilmu ke Negeri William Tell

Menimba Ilmu ke Negeri William Tell

  ...
Sabtu, 11 Februari 2012 06:50
Bekerja untuk Perubahan Dunia

Bekerja untuk Perubahan Dunia

  Management Trainee Dompet Dhuafa   &...
Sabtu, 11 Februari 2012 06:17
Lowongan Dompet Dhuafa

Lowongan Dompet Dhuafa

  ...
Jumat, 10 Februari 2012 17:14
Suri Tauladan Hakiki

Suri Tauladan Hakiki

Kasus tragedi Xenia di Tugu Tani yang menewaskan 9...
Rabu, 08 Februari 2012 14:12
Merekam Jejak Santri

Merekam Jejak Santri

Saat itu tubuhnya tergelak tak berdaya di...
Kamis, 02 Februari 2012 12:56
Persengketaan Tanah Tak Bisa Diatasi, Bukti Kegagalan Demokrasi

Persengketaan Tanah Tak Bisa Diatasi, Bukti Kegagalan Demokrasi

Konflik yang menjadi catatan hitam pemerintah...
Kamis, 02 Februari 2012 12:51
Hukum Cacat Sumber Kematian Rakyat

Hukum Cacat Sumber Kematian Rakyat

Akhir-akhir ini sangat marak sekali pemberitaan...
Kamis, 02 Februari 2012 12:45
Pencabutan Perda Miras, Lemahnya Hukum Indonesia

Pencabutan Perda Miras, Lemahnya Hukum Indonesia

Keadaan  hukum di Indonesia semakin...
Kamis, 02 Februari 2012 12:41
Kesempatan Karir di Sabili Group

Kesempatan Karir di Sabili Group

Sabili Media Group mengajak Anda bergabung dengan...
Rabu, 25 Januari 2012 15:55
Orientasi Akhirat Solusi Masalah Bangsa.

Orientasi Akhirat Solusi Masalah Bangsa.

Diasuh oleh: Dr Mu'inudinillah Basri MA, Ketua...
Kamis, 19 Januari 2012 17:34
Tim Kemanusiaan PKPU Selesaikan Misi di Filipina

Tim Kemanusiaan PKPU Selesaikan Misi di Filipina

JAKARTA - Setelah melakukan misi kemanusiaan...
Jumat, 13 Januari 2012 19:27
Relief Program for Philipinnes PKPU Berangkatkan Tim Bantuan Kemanusiaan ke Filipina

Relief Program for Philipinnes PKPU Berangkatkan Tim Bantuan Kemanusiaan ke Filipina

JAKARTA - Badai Washi di Filipina telah...
Senin, 09 Januari 2012 17:45
PKPU Launching Klinik Perawatan Luka

PKPU Launching Klinik Perawatan Luka

Semarang- Sebagai langkah nyata untuk meluaskan...
Senin, 09 Januari 2012 16:53
Komitmen PKPU Membangun Negeri Melalui Program Pemberdayaan di 50 Desa Binaan

Komitmen PKPU Membangun Negeri Melalui Program Pemberdayaan di 50 Desa Binaan

Mengusung visi program “Membangun Peradaban Menuju...
Kamis, 05 Januari 2012 11:49