Kelompok militan telah setuju untuk mengadakan pertemuan, yang akan diadakan dalam tempo beberapa minggu ke depan, seperti sebelumnya yang mereka lakukan dalam membangun sebuah kantor Taliban permanen di Qatar, BBC melaporkan.
"Bahkan jika kantor Taliban didirikan di Qatar, kami jelas akan berupaya supaya kantor Taliban yang lain bisa didirikan di kawasan lain, termasuk Arab Saudi dan Turki," kata sebuah laporan yang mengutip dari pernyataan seorang pejabat senior pemerintah di Kabul.
"Arab Saudi sebelumnya telah memainkan peran penting. Kami menghargai itu dan menantikan dukungan dan kontak dengan Arab Saudi dalam melanjutkan proses perdamaian, "katanya.
Taliban sejauh ini menolak untuk berbicara dengan pemerintah Kabul.
Awal bulan ini, juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan kelompoknya itu siap untuk memulai kembali proses perdamaian.
Dia menambahkan, bagaimanapun, langkah itu tidak berarti "penolakan terhadap jihad" atau "menerima konstitusi Kabul."(Ag/Sia)
Berita Terbaru:
- 31/01/2012 18:24 - Puluhan Demonstran Berjanji untuk Tetap Tinggal di Medan Tahrir
- 31/01/2012 14:26 - Warga Georgia Menentang Pembangunan masjid
- 31/01/2012 11:43 - Pemberontak Islam Larang Palang Merah Internasional Masuk Somalia
- 31/01/2012 11:38 - Cina Siapkan 8.000 Polisi Di Kampung Muslim
- 31/01/2012 11:36 - Berencana Mengebom, Muslim Norwegia Dihukum
Berita Sebelumnya:
- 29/01/2012 22:54 - Tentara Afghanistan Kurang Perlengkapan Dari Pada Taliban
- 27/01/2012 12:13 - Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina
- 27/01/2012 12:08 - Rumah Polisi Irak Dibom, 10 Tewas
- 26/01/2012 20:07 - Australia Ingin Merekrut Mata-Mata Muslim
- 25/01/2012 22:08 - Tim Navy SEAL Penyelamat Sandera di Somalia Adalah Tim Yang Membunuh bin Laden




