Cyber Sabili-Somalia: Pemberontak Al Shabaab telah melarang Komite Palang Merah Internasional (ICRC) masuk ke Somalia, dan memerintahkan untuk menutup operasi bantuan darurat di daerah yang dilanda perang.
Kelompok Al Qaeda, al-Shabaab mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah memutuskan sepenuhnya untuk mengakhiri kontrak dengan ICRC, dan menuduh ICRC telah membagikan makanan rusak dan telah melontarkan tuduhan palsu atas mujahidin bahwa Mujahidin telah menghalangi distribusi makanan.
Kelompok Garis keras al-Shabaab menguasai sebagian besar Somalia selatan dan tengah. PBB mengatakan wilayah ini dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia,serta tiga wilayah terkena bencana kelaparan dan hampir 250.000 orang menghadapi bahaya kelaparan.
ICRC telah menghentikan bantuan pangan untuk 1,1 juta orang di selatan dan tengah Somalia awal bulan ini karena terhalang oleh milisi lokal, termasuk di daerah yang dikendalikan al-Shabaab.
Bantuan makanan termasukkan bibit untuk petani, bertujuan untuk membantu ribuan orang Somalia yang terperangkap dalam perang bertahun-tahun dan membantu dari kekeringan yang melanda Somalia sejak Oktober 2010.
Namun, ICRC terus memberikan bantuan darurat termasuk mendukung program kesehatan dan penyediaan air bersih.
Tapi al-Shabaab mengatakan ICRC telah "mengkhianati kepercayaan" dari para pemberontak, dan mengatakan Pemberontak telah membakar "hampir 2.000 ton jatah makanan dari ICRC yang sudah kadaluarsa."
ICRC merupakan salah satu penyedia bantuan darurat terbesar di Somalia dan salah satu dari sangat sedikit lembaga bantuan internasional yang masih beroperasi di kawasan yang dikendalikan oleh ekstrimis al-Shabaab.
Somalia, yang porak-poranda oleh perang saudara hampir selama dua dekade terakhir, adalah salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi pekerja bantuan internasional dan salah satu daerah yang paling membutuhkan bantuan mereka.
Pada bulan November, al-Shabaab memerintahkan penutupan 16 kantor PBB dan badan bantuan internasional lainnya setelah menyerang beberapa kantor mereka, dan melarang organisasi yang dianggap "terlibat dalam kegiatan yang merugikan terbentuknya negara Islam."
Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) telah mengirim sekitar 10.000 tentara dari Uganda, Burundi dan Djibouti di ibukota Somalia, Mogadishu untuk melindungi pemerintah yang didukung Barat.(SBS/AP)
Berita Terbaru:
- 01/02/2012 13:49 - 9 Tewas Dalam Kekerasan Terbaru di Karachi
- 01/02/2012 13:42 - Terlibat Kasus Penghujatan Agama, Pendeta Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati
- 31/01/2012 19:46 - Ajakan Salafiyah untuk Menghapus Valentine
- 31/01/2012 18:24 - Puluhan Demonstran Berjanji untuk Tetap Tinggal di Medan Tahrir
- 31/01/2012 14:26 - Warga Georgia Menentang Pembangunan masjid
Berita Sebelumnya:
- 31/01/2012 11:38 - Cina Siapkan 8.000 Polisi Di Kampung Muslim
- 31/01/2012 11:36 - Berencana Mengebom, Muslim Norwegia Dihukum
- 31/01/2012 10:15 - Presiden Afghanistan Ingin Berbicara Dengan Taliban
- 29/01/2012 22:54 - Tentara Afghanistan Kurang Perlengkapan Dari Pada Taliban
- 27/01/2012 12:13 - Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina




