La Fleur Mohamed, mengklaim ia meninggalkan pom bensin Chevron karena disuruh melepaskan cadarnya.
Ia mengancam akan menggugat Chevron kecuali perusahaan minyak raksasa ini lebih serius meminta maaf setelah salah satu pom besinnya menolak melayani dia karena ia mengenakan cadar yang hanya kelihatan matanya.
Wilfredo Ruiz, pengacaranya La Fleur Mohamed, mengatakan permintaan maaf Chevron hanyalah secara ringan dan tidak mendalam, dan tidak akan bisa memperbaiki "momen memalukan ini"yang terjadi terhadap kliennya pada 28 Oktober 2011.
"Jika Chevron tidak mau meminta maaf secara lisan dan tulisan, maka kita akan mengambil tindakan hukum," kata Ruiz kepada ABCNews.com.
"Jika mereka mengakui kesalahan mereka dan memberikan kompensasi yang sesuai dengan perlakuan mereka yang sangat menindas La Fleur, maka kita tidak perlu pergi ke pengadilan."
Pihak Chevron sendiri mengakui bahwa La Fleur Mohamed diminta untuk mengangkat cadarnya untuk "tujuan keamanan" dan mengatakan itu adalah sudah kebiasaan bagi orang yang memakai masker dan penutup kepala demi keselamatan petugas pompa bensin.
La Fleur Mohamed(39) akhirnya menolak untuk melepas cadarnya dan menelepon polisi.(abcn)
Berita Terbaru:
- 06/02/2012 22:12 - AS Desak Presiden Suriah Hentikan Pembunuhan
- 06/02/2012 22:02 - Obama: Israel Belum Membuat Keputusan Untuk Menyerang Iran
- 06/02/2012 21:53 - Menentang Islam, Politisi Belgia Pasang Foto Gadis Bercadar Memakai Bikini
- 06/02/2012 21:43 - Pekerja Muslimah di Inggris dan Tantangannya
- 06/02/2012 11:22 - Tanpa ada Kemajuan, Utusan IAEA Menghentikan Kunjungan ke Iran
Berita Sebelumnya:
- 04/02/2012 11:03 - Kemeja Dan Cincin Pernikahan Gaddafi Dijual
- 04/02/2012 10:59 - Kerusuhan Terbaru Syria, 200 Orang Tewas
- 03/02/2012 22:39 - Mesir Minta Pinjaman US $ 1 Miliar Dari Bank Dunia
- 02/02/2012 15:33 - AS Gunakan Uranium di Afghanistan
- 02/02/2012 15:15 - Polisi Pakistan Diserang, 3 Tewas




