Hampir dua tahun yang lalu dirinya diusir dari Mesir oleh pemerintahan Husni Mubarak. Dia juga sempat diculik dari Gaza oleh aparat Mesir, lalu dibawa secara paksa ke bandara dengan tangan terborgol. Dia katakan kepada aparat yang menggelandangnya, “Harinya akan tiba nanti ketika Bos kalian Husni Mubarak, akan diperlakukan sepertinya sekarang.”
Setahun kemudian, terjadilah pemberontakan dimesir, menumbangkan rezim Husni Mubarak yang sudah berkuasa selama 30 tahun. “Saya tidak menyangka akan terjadi secepat ini,” cerita George Galloway dalam diskusi “International Dialogue For Palestine,” Rabu (25/1), diselenggarakan Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) di Restoran Pulau Dua, Jl. Gatot Subroto, Jakarta-Pusat.
Perubahan rezim di Mesir mempunyai implikasi yang sangat besar terhadap Palestina, salah satunya, Mesir tidak akan menutup kembali pintu Gaza. “Mejanya sudah berbalik sekarang, Negara-negara yang tadinya merupakan sekutu Israel, sekarang menjadi musuh mereka. Sekarang negara-negara Arab adalah aliansi kita untuk menjadikan Palestina menjadi negara yang merdeka. Sekarang waktunya orang-orang Palestina untuk kembali ke negara mereka,” tegasnya.
George Galloway telah lama berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Melihat revolusi yang terjadi di negara-negara Arab membuatnya optimis, bisa menginjakkan kakinya di Negara Palestina yang merdeka. Saatnya tidak ada perbedaan hak dan kewajiban antara Muslim, Yahudi, dan Nasrani, seperti yang terjadi di Afrika Selatan.
“37 tahun saya berjuang untuk Palestina, tadinya saya merasa bahwa saya tidak akan bisa melihat Palestina merdeka, mungkin anak-anak saya yang nanti punya kesempatan untuk melihatnya. Tetapi melihat perubahan kekuasaan dinegara-negara Arab sekarang ini, saya yakin,justru di masa usia saya masih cukup untuk bisa melihat kemerdekaan rakyat Palestina secara utuh,” katanya optimis.
Ketika ditanya apa sebenarnya yang melatarbelakangi perjuangannya terhadap rakyat Palestina? Dia menjawab, “Saya merasa bahwa ini adalah kewajiban saya sebagai umat beragama untuk berjuang menghapus penjajahan dan penindasan di atas dunia dan perasaan bersalah saya sebagai warga dari Negara yang menyebabkan ini semua. Ada sekitar 12 juta penduduk Palestina, sebagian besar tinggal di luar negri. Dari yang tinggal diluar negri ini, sebagian yang tidak beruntung tinggal di pengungsian, sedangkan tanah ini adalah tanah nenek moyang mereka,” bebernya.
Dalam diskusi ini George juga mengutarakan harapannya untuk Indonesia. Dirinya berharap Indonesia lebih concern lagi terhadap masalah Palestina. Selama ini memang Indonesia merupakan salah satu Negara yang paling memperhatikan Palestina, tetapi perjuangan Indonesia biasanya dilakukan sendiri. Salah satu tujuan kedatangannya adalah mengajak Indonesia ikut bergabung dengan Viva Palestina. “Sudah ada 60 negara dalam organisasi kami, bergabunglah bersama kami sebagai sebuah keluarga besar,” jelasnya.
Viva Palestine adalah sebuah organisasi yang didirikannya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Diantara agenda-agenda gerakan ini adalah : Pada 31 Maret 2011 konvoi dengan truk menuju Palestina. Pembukaan kelas tentang Palestina pada semester musim panas di American University, Beirut.
Muzammil Yusuf seorang anggota DPR yang hadir pada diskusi tersebut juga menyebutkan, bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang paling besar mengirim delegasi ke Gaza, yaitu sebanyak 22 anggota dewan. “Kami juga telah berhasil mendesak pemerintah untuk mengucurkan bantuan sebesar 2 juta US dollar, untuk membangun rumah sakit disana,” katanya. (Husni Mahdami)
- 27/01/2012 12:13 - Saudi Penuhi Tuntutan Pembantu Filipina
- 27/01/2012 12:08 - Rumah Polisi Irak Dibom, 10 Tewas
- 26/01/2012 20:07 - Australia Ingin Merekrut Mata-Mata Muslim
- 25/01/2012 22:08 - Tim Navy SEAL Penyelamat Sandera di Somalia Adalah Tim Yang Membunuh bin Laden
- 25/01/2012 21:40 - Ultah Pertama Revolusi Mesir
- 25/01/2012 20:11 - Polisi Bosnia Menyerbu Desa Muslim
- 25/01/2012 20:06 - Enam tentara Pakistan Tewas Dalam Bentrokan di Kurram
- 25/01/2012 07:42 - Diamnya Pemimpin-Pemimpin Arab di PBB
- 24/01/2012 14:31 - Dua Bom Mobil Meledak di Baghdad, 10 Tewas
- 24/01/2012 13:30 - Saudi Buat Restoran Khusus Wanita




