CyberSabili—Semarang—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan kembali akan pentingnya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia. Dalam Forum Pangan Nasional SBY meminta agar produksi dan produktifitas pangan menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
"Sudah berulang kali SBY mengatakan akan pentingnya ketahanan pangan nasional, namun kenyataannya itu sebatas retorika semata," keluh Riyono Sekjen DPP PPNSI.
Data impor pangan BPS membuktikan tahun 2011 saja impor pangan tembus di angka 45 Trilyun, naik 7% dari th 2010 yg hanya 39,91 Trilyun, ini khusus impor pangan belum impor yang lain.
"Walaupun impor pangan terus naik, kenyataannya jumlah penduduk miskin terus bertambah setiap tahun, kenapa ini terjadi?karena pangan hanya dinikmati oleh kaum menengah ke atas, rakyat miskin tetap kekurangan gizi" kata Riyono.
Menurut Riyono sejak di canangkan RPPK (Revitalisasi Perikanan, Pertanian, Kehutanan) tahun 2005 sampai sekarang SBY belum serius dalam menjadikan urusan pangan sebagai prioritas kebijakan nasional.
Sebagai buktinya, Pertama, Kebijakan impor terus dilakukan tanpa banyak memberikan input dan terobosan nasional untuk mengurangi impor.
Kedua, Urusan pangan hanya urusan pilihan, bukan wajib sebagaimana diatur dalam PP no 38 tahun 2007 pasal 1 angka 4 yang menyebutkan bahwa pertanian, perikanan, kehutanan sebagai urusan pilihan bukan urusan wajib.
"PP ini menjadi cermin bahwa SBY tidak serius dalam mengurus pertanian, perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional" terang Riyono.
"Harusnya PP ini direvisi atau dicabut karena menghambat pemerintah daerah dalam membangun pertanian," jelas Riyono.
Sampai sekarangpun soal anggaran untuk mencapai angka 60% produksi nasional juga tidak ada. Buktinya anggaran pertanian hanya 16 Trilyun dibandingkan APBN yang sudah 1000 trilyun lebih. Harusnya alokasi APBN untuk membangun ketahanan pangan nasional minimal 30% atau 300 Trilyun.
"Jadi SBY jangan bicara soal ketahanan pangan nasional kalau cuma retorika, action aja segera. Jangan tunggu rakyat ini makan pangan impor semua," tutup Riyono
- 12/02/2012 19:54 - Bupati Perjuangkan Bandara Biak Jadi Embarkasi Haji
- 11/02/2012 12:12 - Festival Zikir Sambut Maulid
- 10/02/2012 16:57 - Perempuan Bisa Cegah Korupsi dan Suap
- 09/02/2012 10:13 - Umat Islam Kalah Soal Isu HAM
- 08/02/2012 14:19 - DKI Naikkan Subsidi Pemakaman Warga Miskin
- 07/02/2012 20:58 - “Wakaf” Pangdam Jaya, Inilah Momentum Kedua Penyelewengan Syariah
- 06/02/2012 12:05 - Masalah Buruh Tak Hanya Upah
- 06/02/2012 11:49 - Kasus Bima: Ulama Tak lagi Didengar
- 02/02/2012 04:33 - Refleksi Tujuh Tahun Pendidikan Demokrasi di Indonesia
- 31/01/2012 17:37 - Muslim Entrepreneur Forum, Langkah Awal Tegaknya Ekonomi Islam di Indonesia




