Jum'at, 18. Mei 2012

Last update08:40:36 AM GMT

Index Berita : Berita Indonesia Kita SBY Tidak Serius Mengurus Pertanian, Perikanan

SBY Tidak Serius Mengurus Pertanian, Perikanan

E-mail Cetak PDF
IKLAN-lowongan-copy_Medium

CyberSabili—Semarang—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan kembali akan pentingnya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia. Dalam Forum Pangan Nasional SBY meminta agar produksi dan produktifitas pangan menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

"Sudah berulang kali SBY mengatakan akan pentingnya ketahanan pangan nasional, namun kenyataannya itu sebatas retorika semata," keluh Riyono Sekjen DPP PPNSI.

Data impor pangan BPS membuktikan tahun 2011 saja impor pangan tembus di angka 45 Trilyun, naik 7% dari th 2010 yg hanya 39,91 Trilyun, ini khusus impor pangan belum impor yang lain.

"Walaupun impor pangan terus naik, kenyataannya jumlah penduduk miskin terus bertambah setiap tahun, kenapa ini terjadi?karena pangan hanya dinikmati oleh kaum menengah ke atas, rakyat miskin tetap kekurangan gizi" kata Riyono.

Menurut Riyono sejak di canangkan RPPK (Revitalisasi Perikanan, Pertanian, Kehutanan) tahun 2005 sampai sekarang SBY belum serius dalam menjadikan urusan pangan sebagai prioritas kebijakan nasional.

Sebagai buktinya, Pertama, Kebijakan impor terus dilakukan tanpa banyak memberikan input dan terobosan nasional untuk mengurangi impor.

Kedua, Urusan pangan hanya urusan pilihan, bukan wajib sebagaimana diatur dalam PP no 38 tahun 2007 pasal 1 angka 4 yang menyebutkan bahwa pertanian, perikanan, kehutanan sebagai urusan pilihan bukan urusan wajib.

"PP ini menjadi cermin bahwa SBY tidak serius dalam mengurus pertanian, perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional" terang Riyono.

"Harusnya PP ini direvisi atau dicabut karena menghambat pemerintah daerah dalam membangun pertanian," jelas Riyono.

Sampai sekarangpun soal anggaran untuk mencapai angka 60% produksi nasional juga tidak ada. Buktinya anggaran pertanian hanya 16 Trilyun dibandingkan APBN yang sudah 1000 trilyun lebih. Harusnya alokasi APBN untuk membangun ketahanan pangan nasional minimal 30% atau 300 Trilyun.

"Jadi SBY jangan bicara soal ketahanan pangan nasional kalau cuma retorika, action aja segera. Jangan tunggu rakyat ini makan pangan impor semua," tutup Riyono


Berita Terkait:
Berita Terbaru:
Berita Sebelumnya:

Features

Ma'had Daarussunnah Bekasi

Ma'had Daarussunnah Bekasi

  Ma'had Daarussunnah Bekasi Kami menawarkan PRO...
Rabu, 16 May 2012 14:06
Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

  ...
Selasa, 15 May 2012 09:39
Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya...
Senin, 14 May 2012 10:53
Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

  ...
Kamis, 10 May 2012 16:43

Geng Motor; Kecacatan Sistematis

  ...
Jumat, 04 May 2012 13:59
MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

  ...
Kamis, 26 April 2012 09:28
RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

Bulan April sangat identik dengan isu seputar...
Selasa, 24 April 2012 13:13
Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

  ...
Selasa, 24 April 2012 13:07
Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

  ...
Rabu, 18 April 2012 11:17
Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

  ...
Senin, 16 April 2012 12:17
Manfaat Sujud

Manfaat Sujud

  BC dari sahabat>Tahukah anda? Sujud melibatkan...
Senin, 16 April 2012 11:57