Cyber Sabili-Jakarta. Gelombang penangkapan dan penembakan mati oleh Densus 88 terhadap orang yang dicap terlibat jaringan terorisme di Sulteng, Jabodetabek, Jateng, Jabar, Jatim, dan Kaltim, belakangan ini sudah mengarah pada pelanggaran HAM Berat, bahkan sangat biadab. Demikian siaran pers Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming yang diterima Sabili, Selasa (14/6/2011).
Pasalnya, tegas Saharuddin dalam press release itu, aparat Densus 88 langsung menangkap, menganiaya, dan menembak mati sejumlah orang yang baru disangka-tepatnya dicap-sebagai teroris, tanpa ada proses pembuktian secara hukum.
Siaran pers ini menjelaskan bahwa pada Ahad (12/6/2011) jam 09.00 Densus menciduk Khaidir, seorang warga yang disangka teroris di Soreang Bandung untuk dibawa ke Jakarta menjalani pemeriksaan. Tapi pada Selasa (14/6/2011), Khaidir meninggaldunia dan dipulangkan ke kampung halamannya.
Tindakan lebih sadis lagi, lanjut siaran pers, menimpa sejumlah orang di Poso, Sulteng. Laporan yang diterima Komnas HAM menyebutkan, banyak orang yang masih disangka terlibat jaringan teroris ini ditangkap dan sebagiannya langsung ditembak mati oleh aparat Densus 88 tanpa peringatan di depan keluarganya, termasuk anak-anak.
Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming dalam siaran persnya ini juga menegaskan bahwa jika cara-cara Densus 88 dalam menangani kasus terorisme tidak berubah, Densus bisa dikatagorikan lebih jahat dibanding para teroris itu sendiri.
Pasalnya, aparat keamanan termasuk Densus 88 hanya berlindung dibalik kekuasaan untuk melakukan serangkaian penangkapan dan pembunuhan pada orang yang masih dalam status diduga terlibat, tanpa ada bukti-bukti yang disahkan di depan pengadilan yang sah secara UU.
(Dwi H)
- 23/06/2011 15:13 - PPNSI minta Sahkan UU Kelautan
- 23/06/2011 11:59 - Eramuslim Garap Segmen Anak Muda
- 16/06/2011 19:19 - Pesan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Pada Keluarganya
- 16/06/2011 16:50 - Vonis 15 Tahun untuk Ustadz Ba'asyir Zalim dan Haram
- 15/06/2011 08:35 - Politik Dagang Sapi Australia
- 14/06/2011 17:22 - KontraS: "Evaluasi Segera Kinerja Densus 88"
- 14/06/2011 07:11 - Hari ini Kasus Andi Nurpati Akan Dibahas di Komisi II
- 13/06/2011 17:09 - Kemendiknas Harus Tinjau Ulang Penyusunan Kurikulum Baru Pancasila
- 10/06/2011 16:49 - MUI Tak Punya Fatwa Sesat tentang Syiah
- 09/06/2011 15:47 - DUPLIK NOTA PEMBELAAN Persidangan Ust Abu Bakar Ba'asyir




