CyberSabili-Jakarta. Pasca Deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah di Masjid Al Akbar, Jakarta (20/5/2011. Kalangan mayoritas Sunni di Indonesia menolak deklarasi bersatunya Sunni-Syiah itu. Namun, sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai kumpulan ulama yang mayoritas berpaham Sunni, tidak memiliki fatwa kesesatan Syiah.
"Pada tahun 1984, MUI hanya mengeluarkan himbauan paham Syiah. Yang Saat itu ditandatangani oleh Prof Ibrahim Hosen," papar Ketua MUI KH Kholil Ridwan pada diskusi tentang ajaran Syiah di Masjid Al-Furqan, Komplek Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta (10/6/2011).
Dikatakan Kholil, anggota MUI bersifat heterogen sehingga banyak kepentingan yang diakomodir, salah satunya ada yang membela kepentingan Syiah. "Di MUI ada ulama yang membela kepentingan Syiah sehingga tidak ada fatwa sesat Syiah," katanya.
Diantara kesesatan paham Syiah, lanjut Kholil, Syiah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait. Kemudian Syi'ah pada umumnya menghalalkan kawin Mut'ah untuk melegalkan prostitusi.
"Secara Aqidah, Syiah memiliki perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) serta membahayakan umat Islam dan NKRI karena juga berpaham radikal," papar Pengelola Pesantren Husnayain, Sukabumi. (Daniel Handoko)
- 15/06/2011 08:35 - Politik Dagang Sapi Australia
- 14/06/2011 18:03 - Saharuddin Daming (Komnas HAM): "Densus 88 Melanggar HAM Berat dan Biadab"
- 14/06/2011 17:22 - KontraS: "Evaluasi Segera Kinerja Densus 88"
- 14/06/2011 07:11 - Hari ini Kasus Andi Nurpati Akan Dibahas di Komisi II
- 13/06/2011 17:09 - Kemendiknas Harus Tinjau Ulang Penyusunan Kurikulum Baru Pancasila
- 09/06/2011 15:47 - DUPLIK NOTA PEMBELAAN Persidangan Ust Abu Bakar Ba'asyir
- 08/06/2011 17:05 - Potensi Zakat Nasional 217 T
- 07/06/2011 15:35 - FK-ULUM Gelar Subuh Gabungan di Masjid Al-Istiqamah Penggilingan
- 27/05/2011 19:19 - Menag Batalkan Kunjungan ke Al-Zaytun Lagi
- 27/05/2011 17:00 - Aliran Sesat di Jember Bertobat




