Jum'at, 18. Mei 2012

Last update08:40:36 AM GMT

Index Berita : Berita Indonesia Kita Kemendiknas Harus Tinjau Ulang Penyusunan Kurikulum Baru Pancasila

Kemendiknas Harus Tinjau Ulang Penyusunan Kurikulum Baru Pancasila

E-mail Cetak PDF
Kemendiknas Harus Tinjau Ulang Penyusunan Kurikulum Baru Pancasila

CyberSabili-JAKARTA- Program penyusunan kurikulum baru tentang Pancasila dari Kemendiknas, tampaknya harus ditinjau ulang. Anggota DPR RI Tamsil Linrung berpandangan, jangan tergesa-gesa membuat kurikulum baru tentang Pancasila. Latar belakangnya belum terlalu kuat. “Keresahan terhadap lunturnya nilai Pancasila jangan langsung dikambinghitamkan kepada rakyat, namun perlu dievaluasi apakah pemerintah telah mengamalkan Pancasila dengan sebaik-baiknya?” jelas Anggota Komisi X DPR RI ini di Senayan, Kamis (09/06).

Tamsil menambahkan, rasa nasionalisme dapat digali dari mata pelajaran sejarah. Generasi muda negeri ini jangan sampai kehilangan jatidiri bangsa Indonesia. Bukan porsi Pancasila untuk meningkatkan rasa nasionalisme, namun sejarah. “Pancasila menjadi filosofi bagi setiap rakyat Indonesia untuk menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga Negara,” kata dia.

Lebih lanjut politisi PKS ini menuturkan, kurikulum siswa sudah sangat padat dan komplek. Jangan ditambah mata pelajaran baru lagi, itu bukan solusi konkret. Evaluasi dan perbaikan unsur Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) perlu dilakukan dengan detail, agar menghasilkan formulasi perbaikan yang aplikatif dan optimal tanpa membuat kurikulum baru tentang Pancasila.

Tamsil menjelaskan, era globalisasi dan adanya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), menjadi perbedaan tipikal penerapan Pancasila orde baru dengan paska reformasi ini. Jika bangsa Indonesia tidak memiliki ketahanan nasional yang kuat,menyebabkan tergerusnya kebudayaan dan perekonomian Indonesia oleh asing.

“ Inilah saatnya, harus dirumuskan aplikasi nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dasar manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan, penguatan sejarah sebagai penguatan jatidiri bangsa Indonesia, dan agama sebagai nilai religiusitas yang harus dimiliki manusia. Ketiga point ini menjadi hal pokok di dalam pembentukan karakter manusia Indonesia yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh,” pungkas Tamsil.

Features

Ma'had Daarussunnah Bekasi

Ma'had Daarussunnah Bekasi

  Ma'had Daarussunnah Bekasi Kami menawarkan PRO...
Rabu, 16 May 2012 14:06
Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

Kebobrokan Syirik Dalam Kehidupan Sosial

  ...
Selasa, 15 May 2012 09:39
Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masjid Agung Brimob Mestinya Difungsikan untuk Umum!

Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya...
Senin, 14 May 2012 10:53
Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

Marwah Filindo, Anak Indo-Palestina

  ...
Kamis, 10 May 2012 16:43

Geng Motor; Kecacatan Sistematis

  ...
Jumat, 04 May 2012 13:59
MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

MENJADI DAI& DAIYAH MILYADER

  ...
Kamis, 26 April 2012 09:28
RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

RUU KKG, Program Penghancuran Perempuan

Bulan April sangat identik dengan isu seputar...
Selasa, 24 April 2012 13:13
Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

Geng Motor Bukti Lemahnya Hukum Indonesia

  ...
Selasa, 24 April 2012 13:07
Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

Mantan Ldii “Curhat” ke Miumi

  ...
Rabu, 18 April 2012 11:17
Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

Rindu Makanan Jadul yang Enak Dan Unik?

  ...
Senin, 16 April 2012 12:17
Manfaat Sujud

Manfaat Sujud

  BC dari sahabat>Tahukah anda? Sujud melibatkan...
Senin, 16 April 2012 11:57