CyberSabili-JAKARTA- Program penyusunan kurikulum baru tentang Pancasila dari Kemendiknas, tampaknya harus ditinjau ulang. Anggota DPR RI Tamsil Linrung berpandangan, jangan tergesa-gesa membuat kurikulum baru tentang Pancasila. Latar belakangnya belum terlalu kuat. “Keresahan terhadap lunturnya nilai Pancasila jangan langsung dikambinghitamkan kepada rakyat, namun perlu dievaluasi apakah pemerintah telah mengamalkan Pancasila dengan sebaik-baiknya?” jelas Anggota Komisi X DPR RI ini di Senayan, Kamis (09/06).
Tamsil menambahkan, rasa nasionalisme dapat digali dari mata pelajaran sejarah. Generasi muda negeri ini jangan sampai kehilangan jatidiri bangsa Indonesia. Bukan porsi Pancasila untuk meningkatkan rasa nasionalisme, namun sejarah. “Pancasila menjadi filosofi bagi setiap rakyat Indonesia untuk menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga Negara,” kata dia.
Lebih lanjut politisi PKS ini menuturkan, kurikulum siswa sudah sangat padat dan komplek. Jangan ditambah mata pelajaran baru lagi, itu bukan solusi konkret. Evaluasi dan perbaikan unsur Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) perlu dilakukan dengan detail, agar menghasilkan formulasi perbaikan yang aplikatif dan optimal tanpa membuat kurikulum baru tentang Pancasila.
Tamsil menjelaskan, era globalisasi dan adanya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), menjadi perbedaan tipikal penerapan Pancasila orde baru dengan paska reformasi ini. Jika bangsa Indonesia tidak memiliki ketahanan nasional yang kuat,menyebabkan tergerusnya kebudayaan dan perekonomian Indonesia oleh asing.
“ Inilah saatnya, harus dirumuskan aplikasi nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dasar manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan, penguatan sejarah sebagai penguatan jatidiri bangsa Indonesia, dan agama sebagai nilai religiusitas yang harus dimiliki manusia. Ketiga point ini menjadi hal pokok di dalam pembentukan karakter manusia Indonesia yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh,” pungkas Tamsil.
- 16/06/2011 16:50 - Vonis 15 Tahun untuk Ustadz Ba'asyir Zalim dan Haram
- 15/06/2011 08:35 - Politik Dagang Sapi Australia
- 14/06/2011 18:03 - Saharuddin Daming (Komnas HAM): "Densus 88 Melanggar HAM Berat dan Biadab"
- 14/06/2011 17:22 - KontraS: "Evaluasi Segera Kinerja Densus 88"
- 14/06/2011 07:11 - Hari ini Kasus Andi Nurpati Akan Dibahas di Komisi II
- 10/06/2011 16:49 - MUI Tak Punya Fatwa Sesat tentang Syiah
- 09/06/2011 15:47 - DUPLIK NOTA PEMBELAAN Persidangan Ust Abu Bakar Ba'asyir
- 08/06/2011 17:05 - Potensi Zakat Nasional 217 T
- 07/06/2011 15:35 - FK-ULUM Gelar Subuh Gabungan di Masjid Al-Istiqamah Penggilingan
- 27/05/2011 19:19 - Menag Batalkan Kunjungan ke Al-Zaytun Lagi




