Sebagai wujud perhatian terhadap terhadap warga miskin yang tertimpa musibah, anggaran untuk membantu pemakaman keluarga miskin (Gakin) di Jakarta Selatan tahun 2012 ini dinaikkan hingga 20 persen. Dengan begitu, setiap bulan akan diberikan 5-6 paket subsidi pemakaman bagi warga tidak mampu di Jakarta Selatan.
"Tahun lalu anggarannya hanya Rp 50 juta, sekarang jadi Rp 60 juta. Jadi dalam setahun akan ada sekitar 67 paket subsisidi," ujar Eddy Supriyatna, Kepala Sudin Pemakaman Jakarta Selatan, Selasa (7/2).
Eddy menjelaskan, dengan anggaran tersebut, jenazah warga miskin akan mendapat subsidi sebesar Rp 885.000 per jenazah. "Anggaran itu untuk mengurus pemakaman mulai kain kafan, ambulans, sampai liang lahat. Kegiatan pemakaman yang disediakan TPU hanya gali tutup makam," tuturnya.
Menurut Eddy untuk mengurus subsidi tersebut tidak sulit dan tanpa biaya sepeser pun. Ahli waris cukup membawa Surat keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke TPU yang dituju, termasuk dengan melampirkan surat keterangan pemeriksaan jenazah dari rumah sakit/puskesmas, dan surat keterangan kematian dari kelurahan setempat.
Sedangkan untuk urusan sewa tenda, kursi dan peralatan upacara pemakaman, pihak TPU tidak menyediakan, karena sewa dari luar. Menurutnya, mengacu pada Perda No 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah, tarif retribusi petak makam untuk blok AA1 per tiga tahun sebesar Rp 100 ribu, AA2 Rp 80 ribu, A1 Rp 60 ribu, A2 Rp 40 ribu dan A3 gratis untuk Gakin. Sedangkan untuk perpanjangan per tiga tahun berikutnya hanya dikenakan biaya 50 persen dari tarif tersebut.(Nuonline/sbl)
- 13/02/2012 11:40 - Habib Rizieq: Anggota FPI Jangan terpancing
- 12/02/2012 19:54 - Bupati Perjuangkan Bandara Biak Jadi Embarkasi Haji
- 11/02/2012 12:12 - Festival Zikir Sambut Maulid
- 10/02/2012 16:57 - Perempuan Bisa Cegah Korupsi dan Suap
- 09/02/2012 10:13 - Umat Islam Kalah Soal Isu HAM
- 08/02/2012 11:13 - SBY Tidak Serius Mengurus Pertanian, Perikanan
- 07/02/2012 20:58 - “Wakaf” Pangdam Jaya, Inilah Momentum Kedua Penyelewengan Syariah
- 06/02/2012 12:05 - Masalah Buruh Tak Hanya Upah
- 06/02/2012 11:49 - Kasus Bima: Ulama Tak lagi Didengar
- 02/02/2012 04:33 - Refleksi Tujuh Tahun Pendidikan Demokrasi di Indonesia




