Heran campur miris melihat masyarakat kita mudah menjadi pengikut aliran yang nyata-nyata sesat dan menyesatkan. Apalagi ada orang yang mengaku lebih dari Nabi Muhammad (bukan sekedar nabi berikutnya seperti Mirza ghulam ahmad yang juga jelas sesat.).
Ahmad Qosim, pemimpin Yayasan Qodriyatul Qosimiyah, menyatakan bertobat dan tak akan mengajarkan Islam versi dirinya. Di hadapan ulama Majelis Ulama Indonesia, ia bersyahadat (mengucapkan kalimat mengimani Allah dan Nabi Muhammad) kembali. Qosim mengajarkan syahadat (kesaksian) yang menyatakan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah adalah Qosim, dan Nabi Muhammad adalah utusan Qosim
MUI menggelar pertemuan dengan Qosim dan sejumlah perwakilan tokoh agama Islam di aula Kantor Kementerian Agama Jember, Senin kemarin. Pertemuan ini untuk mengklarifikasi kabar ajaran sesat yang diajarkan Qosim.Pertemuan sempat berjalan panas. Beberapa perwakilan tokoh agama Kecamatan Puger, Wuluhan, dan Kencong membeberkan sejumlah keganjilan ajaran Qosim. Mereka membawa dua buku ajaran, yang salah satunya berwarna sampul putih dan berisi beberapa ajaran yang diduga menyimpang.
Dalam buku itu diajarkan syahadat (kesaksian) yang menyatakan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah adalah Qosim, dan Nabi Muhammad adalah utusan Qosim. Selain itu, disebutkan bahwa Baitul Maqdis, salah satu tempat suci umat Islam di Palestina, terletak di antara kemaluan Qosim.
Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Pengurus Cabang NU Jember yang juga salah satu pengurus MUI, menanyakan kepada Qosim apakah betul buku itu dipedomani, didiktekan, dan diamalkan. Ia menyebut ada penyimpangan dalam ajaran itu.
Qosim sempat menjelaskan, bahwa ajaran di buku putih itu sudah tak diajarkan sejak tahun 1998. Ajaran itu terkait dengan tingkatan laku keagamaan, yakni ma’rifat, hakekat, tarikat, dan syari’at. “Tidak semua orang diajari,” katanya.
Abdullah lantas memberikan pemahaman soal laku keagamaan yang diterangkan Qosim. “Tidak bisa semua dilepaskan dari syariat, karena syariat ini pengukur,” katanya.
Qosim yang datang bersama sepuluh orang muridnya akhirnya menyatakan siap untuk bertobat. “Apa yang pernah kami ajarkan dan amalkan, kami siap bertobar,” katanya, mengikuti pernyataan Abdullah.
Qosim tiga kali mengucapkan kalimat syahadat. Ia juga menuliskan pernyataan tak akan mengajarkan dan menyebarluskan pemahamannya lagi. Mulanya, sempat ada keraguan dari para tokoh masyarakat yang berkumpul terhadap itikad Qosim. selanjutnya, Baharuddin Rosyid, salah satu tokoh MUI, mengancam, jika ada pelanggaran terhadap kesepakatan hari ini, maka bisa ditindak oleh aparat kepolisian. [Jmrpost/bj/sal]
]
- 10/06/2011 16:49 - MUI Tak Punya Fatwa Sesat tentang Syiah
- 09/06/2011 15:47 - DUPLIK NOTA PEMBELAAN Persidangan Ust Abu Bakar Ba'asyir
- 08/06/2011 17:05 - Potensi Zakat Nasional 217 T
- 07/06/2011 15:35 - FK-ULUM Gelar Subuh Gabungan di Masjid Al-Istiqamah Penggilingan
- 27/05/2011 19:19 - Menag Batalkan Kunjungan ke Al-Zaytun Lagi
- 27/05/2011 09:09 - Transisi Politik dan Hukum di Indonesia Belum Tuntas
- 26/05/2011 12:10 - Baznas Luncurkan Rumah Cerdas ANak Bangsa dan Portal Beasiswa
- 25/05/2011 16:04 - Konflik Mbah Priok, Ulama Harus Turun Tangan
- 25/05/2011 11:55 - "Segera Sahkan RUU BPJS"
- 24/05/2011 16:37 - Sunni-Syiah Indonesia Deklarasikan MUHSIN




