PKS Jelaskan Isu Jilbab
Mana lebih baik, dua orang berjilbab yang mendukung Capres dengan ribuan orang muslimah berjilbab yang masuk ke sistem dan mendukung Capres. Karena yang dilawan oleh PKS adalah sistem
Presiden PKS Tifatul Sembiring menjelaskan perihal isu jilbab ke kader-kadernya. Dalam pesan singkat yang dia kirimkan, dia menjawab isi berita di Majalah Tempo yang menyebutkan kalau Tifatul mengatakan urusan jilbab hanya selembar kain.
Berikut isi SMS penjelasan Tifatul kepada kader-kadernya:
“Antum percaya Tempo atau ana? Antum baca deh artikel yang soal PKS di Tempo. Dia tanya, “Apakah PKS menekan SBY agar Bu Ani (Ani Yudhoyono) pakai jilbab?”, saya bilang “bukan!”. Dia tanya, “Apakah Bu Ani berjilbab lantaran alasan politik?”, saya jawab “Nggak tahu, tanya langsung ke orangnya!”
“Anda ini rewel banget,” kata saya, “urusan selembar kain di atas kepala wanita, dia gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!” Itu bahasa saya ke Tempo. Nah, percaya siapa?
Dalam kesempatan yang lain, menurut Ustadz Amang Syafruddin, keputusan PKS sudah dimusyawarahkan oleh ustadz-ustadz yang memiliki kapabilitas. Karena itu tak bisa dipatahkan oleh SMS. Dalam Hal Jilbab di Pilpres ini, mana lebih baik, dua orang berjilbab yang mendukung Capres dengan ribuan orang muslimah berjilbab yang masuk ke sistem dan mendukung Capres. Karena yang dilawan oleh PKS adalah sistem.
“Coba tunjukan mana keputusan PKS yang melanggar syariat?” tantanganya dihadapan Kader PKS se Jakarta.
Memang sempat beredar SMS yang merugikan PKS soal kutipan yang tak lengkap itu. Keterangan perihal SMS Tifatul ini datang dari Kepala Bidang Humas dan Informasi Ahmad Mabruri “Ini penjelasan kepada kader secara internal,” jelas Mabruri melalui telepon, Kamis 25/06
Berikut petikannya:
Soal pernyataan Tifatul, jilbab hanya selembar kain?
Itu salah kutip dari majalah Tempo, wawancaranya panjang tapi dikutip sepotong dan keluar dari substansi.
Apa yang dimaksud sebenarnya?
Karena rame-rame orang membicarakan jilbab istri Capres dan Cawapres, maka orang bertanya, Apa PKS akan meminta Ibu Ani Yudhoyono untuk berjilbab? Wartawan terus bertanya. Jawaban Tifatul waktu itu, sebaiknya tanya kepada yang bersangkutan. Terus ditanya lagi, jawabannya, Kami tidak akan memaksa. Hingga keluarlah perkataan jilbab hanyalah selembar kain itu. Padahal bukankah dibelakang itu ada sistem yang menggerakan Capres dan Cawapres itu sendiri.
Jadi....?
Wawancara itu tidak utuh, keluar dari substansi. Seperti surat al Maun kalau dipahami sepotoang jadinya, celakalah orang yang shalat. Tapi kan ada lagi penjelasannya kenapa dia celaka, yaitu lalai dalam shalatnya. Tidak mungkin PKS melecehkan jilbab. Semua istri pengurus PKS dan aktivisnya berjilbab.
Soal SMS itu bagaimana?
Orang yang menerima sms itu juga belum baca wawancara di Tempo. Payahnya lagi, itu di massifkan hingga menjadi black campaign. Tapi kami sudah tahu siapa yang memulai (menyebarkan sms). Itu dari salah seorang partai saingan di Pilpres ini.
- 08/07/2009 10:25 - Fathuddin Ja’far MA, Direktur Spiritual Learning Centre
- 07/07/2009 05:05 - Sekjen Arimatea Diki Chandra
- 02/07/2009 03:09 - Sekjen FUI KH Muhammad al-Khaththath
- 01/07/2009 09:27 - Ibnu Hamad Pakar Komunikasi UI
- 29/06/2009 14:49 - Ahmadiyah Saya Bongkar Habis
- 14/06/2009 10:59 - Syekh Omar Bakri Mohammed Pejuang Khilafah Islamiyah
- 14/06/2009 10:57 - Menjembatani Kaum Fundamental-Moderat
- 14/06/2009 10:52 - Partai Islam Jangan Kalah Gertak
- 14/06/2009 10:51 - Pilih Pemimpin yang Tak Menumpuk Kekayaan
- 14/06/2009 10:46 - Riana Helmi Dokter Termuda UGM
| Komen |
|
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||





