Thursday
Sep 09th
Tampilan
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Wawancara Riana Helmi Dokter Termuda UGM

Riana Helmi Dokter Termuda UGM

E-mail Cetak PDF

rianahelmiDari Keluarga Biasa-biasa Saja

Di penghujung Mei lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mewisuda 1451 orang. Terdiri dari 1236 lulusan program sarjana dan 215 lulusan program diploma, di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, kampus Bulaksumur. Sejak berdirinya, UGM telah menghasilkan 199.395 lulusan.

Ketika menyambangi kampus tua di Yogyakarta itu, kru eL-Ka, Eman Mulyatman, berkesempatan menemui salah seorang lulusan termuda. Dia adalah Riana Helmi, mahasiswi lulusan Fakultas Kedokteran. Kru eL-Ka mewawancarainya di tempat kosnya, sekitar kampus UGM.

Riana mengaku dari keluarga biasa-biasa saja. Bapaknya yang asli Padang adalah anggota Polri berpangkat Komisaris Polisi. Sedangkan ibunya adalah ibu rumahtangga kelahiran Karawang. “Bapak saya Polisi, sempat tugas di Aceh, saya lahir di Aceh. Terus karena bapak pendidikan di Sukabumi, saya sempat sekolah di Karawang.

Selesai pendidikan pindah ke Sukabumi,” jelas Riana ketika ditanya tentang kemandiriannya. Sikap rasa percaya dirinya juga diperoleh antara lain karena seringnya berpindah-pindah tempat tinggal. Mau tau lanjutannya? Berikut petikannya:

Berapa jumlah mahasiswa yang cumlaude?

Yang lulus dengan predikat cumlaude sebanyak 268 orang untuk program sarjana dan 10 orang untuk program diploma. Predikat cumlaude lebih banyak di raih wanita, sebanyak 196 orang, sementara prianya 82 orang.

Kategori wisudawan terbaik selain cumlaude?

Lulusan tercepat program sarjana diraih Wiwien Apriliani dari jurusan Hubungan Internasional Fisipol, dalam waktu tiga tahun 10 hari. Lulusan termuda diraih saya sendiri dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dalam usia 17 tahun 11 bulan.

Untuk program diploma, lulusan tercepat diraih Mahmud Ali dari FEB dalam tempo dua tahun lima bulan, dan lulusan termuda diraih Gita Sonata Dewi dari Fakultas Ilmu Budaya yang lulus di usia 19 tahun empat bulan. Adapun peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi program sarjana adalah Agus Simahendar dari Fakultas Kedokteran dengan nilai IPK 3,99. Selanjutnya, peraih IPK tertinggi di program diploma adalah Adi Arti Elettaria dari Fakultas Kehutanan dengan IPK 3,88.

Jadi lulusan termuda gimana ceritanya?

Ya alhamdulillah. Saya lulus SD usia 10 tahun, terus lulus SMP usia 12 tahun karena ikut program akselerasi, terus SMA-nya juga ikut akselerasi jadi lulus SMA-nya usia 14 tahun. Terus duduk bangku kuliah usia 14 tahun. Sekarang  di usia 17 tahun alhamdulillah sudah lulus S1.

Akselerasi?

Memang saya ikut program percepatan. Ada tes IQ akademik yang harus diikuti. Alhamdulillah saya lulus terus. Jadi kalau SMP-SMA itu tiga tahun, saya dua tahun. Naik kelasnya itu bukan setiap satu tahun tapi setiap delapan bulan. Sayangnya, di kampus tidak ada akselerasi, biasa saja. Cuma semua mata kuliah tidak ada yang mengulang. Kalau SKS di Kedokteran semua mahasiswa harus mengambilnya dalam waktu yang sama. Tidak seperti di fakultas lain yang bisa memilih. Kalau di kedokteran semua sama.

Cara belajarnya bagaimana?

Waktu SD ikut les  tapi cuma kelas enam, terus ikut bimbingan belajar. Ketika menjadi pelajar SMP dan SMA saya ikut program belajar privat.

Siapa yang memotivasi?

Jelas orang tua. Ibu banyak mambantu saya untuk membuat tugas. Bapak pasti selalu membantu. Walaupun tidak membantu pelajaran. Tapi membantu saya dalam bidang materil. Ibu saya ibu rumahtangga, sedangkan bapak Polisi berpangkat Komisaris Polisi. Saya suka belajar sendiri. Pelajaran yang saya sukai Fisika.

Kenapa memilih Fakultas Kedokteran?

Karena memang sejak awal saya ingin ke FK. Tidak ada alasan khusus, ya karena memang sejak awal mau ke sana. Emang cita-cita dari awal. Karena sejak awal ibu mengarahkan ke sana. Karena ortu mengarahkan kesana. Ibu yang membantu dan mendorong saya. Menurut saya enggak ada salahnya juga.

Suasana keagamaan?

Di rumah biasa saja. Saya mendapat pelajaran agama ketika di sekolah. Ketika duduk di bangku SMA kelas satu semester dua, saya mulai berjilbab. Saya baru menyadari kewajiban memakai jilbab ketika itu. Kebetulan saya aktif di keputrian. Setiap hari Jumat waktu pelajar pria shalat jumat, saya dan teman-teman putri lainnya di sekolah mengadakan acara keputrian.

Sekarang kost jauh dari orang tua?

Kalau pulang ke Sukabumi biasanya dijemput. Tapi itu kalau pas libur saja. Jauh dari keluarga tidak menjadi masalah. Memang harus sendiri supaya lebih mandiri. Awalnya memang  suka kangen. Tapi harus adaptasi, lama-lama biasa saja. Syukur Jogja serba mudah, Kalau lagi kangen ada telepon atau hp. Saya bisa langsung menghubungi mereka di rumah.

Bagaimana menghadapi perbedaan cara belajar di sekolah sama di kampus?

Karena kalau di kampus harus cari bahan sendiri, saya harus bisa beradaptasi. Untuk itu  saya harus tanya ke teman-teman di kampus, karena saya enggak punya senior dari SMA 3 Sukabumi. Saya yang pertama tembus kedokteran ini, jadi enggak punya kakak kelas.

Setelah politik dan ekonomi, sekarang kedokteran Islam mulai semarak, apa pendapat kamu?

Sejauh ini yang saya tahu adalah masalah thibbun nabawi, atau pengobatan dengan cara nabi. Ternyata dari berbagai penelitian, thibun nabawi banyak yang mengatakan benar. Kalau bisa dipadukan memang lebih bagus lagi. Memang harus diakui, kesehatan itu untuk semua orang, tidak pandang agama. Manakala sebuah ilmu bersumber dari Islam, kita akan semakin tahu, Islam memang Rahmatan lil alamin. Contohnya saja seorang ilmuwan anatomi, Keith al Moore. Setelah dia mendalami anatomi, embriologi dan ilmu tentang janin, dia mengetahui bahwa ilmu-ilmu tersebut banyak dipengaruhi ulama Islam dahulu. Karena itulah dia masuk Islam.

Sudah siap diterjunkan ke daerah bencana?

Ya insya Allah. Tapi karena perempuan, saya punya batasan-batasannya. Jika untuk urusan kemanusiaan maka ini menjadi keharusan.

Apa rencana kedepannya?

Karena masih Koas (dokter magang), saya harus berkonsentrasi dulu. Harapannya kedepan, saya bisa belajar maksimal di Koas ini. Melewati belajar THT dan kesehatan masyarakat. Jadi memang untuk spesialisasi ada gilirannya.

Aktif di organisasi waktu  kuliah?

Waktu tahun pertama dan kedua, iya. Aktif di KALAM (Keluarga Muslim Cendekia Medika) sebagai staf kemuslimahan. Itu waktu awal kuliah.

Apa pesan kamu untuk teman-teman?

Selama masih muda, masih punya banyak waktu untuk belajar. Terus SMP-SMA dan kuliah, makin tua, makin sedikit waktunya. Mumpung masih muda, mari kita manfaatkan waktu untuk belajar.

Biodata :
Nama               : Riana Helmi
Lahir                : Banda Aceh 22 Maret 1991
Hobi                : Baca buku
Idola                : Rasulullah saw
Pelajaran yang disukai    : Fisika
Anak                : Pertama dari Tiga bersaudara.
Nama Ibu         : Rofiah, (Karawang)
Nama Bapak   : Helmi, (Padang).
Motto                :
“Lakukanlah yang terbaik dalam hidup ini! gantungkan cita-cita setinggi langit, demi membangun bangsa menjadi lebih baik.”

Komen
Tambah Komen Cari
Tulis Komen..
Nama:
Email:
 
Keterangan:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:

 

Pilihan Bahasa

Arabic English Filipino French Malay Portuguese Russian Spanish

Radio Sabili 1530 AM

Perspektif Herry Nurdi

 

Usaha Meraih Derajat Sempurna dalam Ramadhan

Berada di bulan mulia, memanfaatkan secara maksimal dan meraih keutamaannya adalah kerinduan orang-o...

Resensi Buku

Perjuangan Muslim Patani
article thumbnailMembicarakan penindasan yang dialami oleh kaum Muslimin, kita selalu mengingat negeri-negeri yang...

Login

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Pengunjung Online

    Kami memiliki 73 Tamu online

    Wawancara Terkini

     

    SBY Ditunggu Di Gaza

    SBY Ditunggu Di Gaza Bagi Indonesia, masalah Palestina adalah utang sejarah yang be...

     

    Jadikan al-Qur’an Standarnya

    “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya,” (Riwaya...

    Lintas Dunia

     

    Tantangan Puasa di Alaska

    Muslim di Alaska melakukan sholat tarawih pada saat matahari masih bersinar terang, karena...

     

    Fast-a-thon, Program Belajar Puasa untuk Non-Muslim Amerika

    Fast-a-thon pertama kali diselenggarakan Asosiasi Pelajar Muslim University of Tennessee t...