Washington – The Royan Islamic Strategic Studies Center di Universitas George town Yordania, baru saja merilis sebuah buku yang menampilkan 500 tokoh Islam paling berpengaruh, tujuan diluncurkannya buku tersebut, guna membantu orang memahami dunia umat Islam dan pengaruh Islam yang berbeda – beda.Guru besar agama dan studi Islam, menulis buku tersebut dengan melakukan penelitian pada tokoh Muslim paling berpengaruh.
Menurut penulis, kriteria tersebut bukan karena sikap keortodokan mereka, tapi lebih kepada pengaruh mereka pada bidang tertentu. Buku ‘500 Muslim paling berpengaruh – 2009’;disusun dengan keseluruhan tokoh Muslim paling berpengaruh, kemudian daftar survei yang tersisa merupakan 450 tokoh Islam paling berpengaruh dalam 15 kategori. Kategori tersebut mencakup bidang agama, media, Seni, Ilmu Pengetahuan dan pembangunan.
Sepuluh dari 500 tokoh dalam buku ini ahli dalam bidang politik dan agama. Buku ini menulis Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz termasuk tokoh paling berpengaruh diikuti pemimpin Iran Ayatullah Ali Khomaini, Raja Abdullah II dari Yordania dan perdana menteri Turki Recep Tayyib Erdogan. Syeikh Yusuf Qaradhawi, Ketua persatuan ulama Muslim internasional, Imam Al-Azhar Syeikh Muhammad Sayyid Thantawi dan Mufti Mesir Ali Goma’ah juga berhasil mencapai top 10 peringkat. Setiap nama hadir dengan biografi singkat.
Buku ini tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk non Muslim yang tidak begitu banyak mengetahui bagaimana Islam serta keberagaman dunia Islam. Buku yang dirilis oleh Jordan Royal Islamic Strategic centre ini diedit oleh Profesor Ibrahim Kalin.
Terbitnya buku ini mendapat reaksi positif dari berbagai kalangan, meskipun ada beberapa kalangan yang memberikan kesan negatif, dengan penilaian terhadap beberapa tokoh yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, serta lebih mengedepankan pemimpin dalam penulisan buku ini. Menurut sebagian kalangan raja Saudi tidak memiliki banyak pengaruh bagi dunia, tapi penulis mempunyai penilaian lain terhadap tokoh yang satu ini.
Penilaian penulis lebih ditekankan pada sikap objektifitas raja tersebut sebagai penguasa tempat kelahiran Islam dan rumah bagi dua tempat suci serta pemain ekonomi di panggung dunia. “Siapapun yang menjadi raja Saudi berpengaruh, karena negara ini berpengaruh,”.
Tentang pemimpin yang lebih banyak disorot hal ini karena sebagian besar tokoh tersebut adalah pemimpin, baik diperusahaan ataupun parlemen. Adapun Osama bin Laden yang masuk dalam kategori, Penulis mengatakan, penilaian pada Osama bin Laden lebih ditekankan pada pengaruhnya yang besar, meskipun sebagian kalangan menilai negatif tentang Osama bin Laden.
Daftar pertama dalam survei ini tentang kepribadian sang tokoh, kemudian kebijakan – kebijakan sang tokoh yang membawa pengaruh. Atas masukan dari pembaca, Penulis berharap buku ini akan mengalami perubahan lebih baik yang memungkinkan akan ada perubahan dalam penampilan para tokohnya. (Nasuha)
Berita Terbaru:
- 04/01/2010 22:50 - Menggantang Asap Perdamaian Patani
- 04/01/2010 22:40 - Ambisi AS Hancurkan Afghanistan
- 29/12/2009 07:09 - Ingin Berjihad, 5 Warga AS Ditahan di Pakistan
- 16/12/2009 10:27 - Kutipan Pidato Presiden Obama Tentang Kebijakan AS di Afghanistan
- 13/12/2009 03:54 - Kehebohan Burka di Prancis mencerminkan keraguaan diri.
Berita Sebelumnya:
- 04/12/2009 09:48 - Damai Darfur yang Tertunda
- 04/12/2009 08:03 - Larangan Menara Merusak Citra Swiss
- 01/12/2009 06:03 - Bawang Putih Dapat Melindungi Virus Flu Babi
- 25/11/2009 06:25 - Calon Intel Israel Dicokok Polisi
- 24/11/2009 07:46 - Belajar dari Shalahuddin Al Ayyubi





