“Mogok di kandang macan Taman Safari Indonesia, merupakan kenangan tak terlupakan bagi kami sekeluarga,” kata Bima seorang ayah yang memiliki tiga orang anak laki-laki. Saat itu, masih kata Bima, kami baru sadar mengendarai mobil sewaan yang ternyata plat koplingnya sudah aus. Untunglah salah seorang dari anggota keluarganya meski iseng membaca kencang-kencang pengumuman sebelum memasuki kandang macan. “Bunyikan klakson tiga kali bila keadaan darurat!”
Alhamdulillah, begitu klakson dibunyikan tiga kali, hanya dalam bilangan menit, petugas segera menghampiri Bima sekeluarga. Salah seorang anggota keluarga malah memanfaatkan momen ini untuk memuaskan diri memfoto sang macan. “Selalu ada hikmah,” katanya.
Tahun baru, restoran siap dengan hidangan warna-warni, bahkan sebagian orang suka merayakan tahun baru dengan pergi berwisata. Sungguh betapa asyiknya bila liburan yang cukup panjang ini diisi bersama keluarga. Apalagi tahun baru kali ini berdekatan dengan tahun baru Hijriah, Masehi dan Natal. Plus liburan cuti tahunan.
Biasanya kantor-kantor pun memberi kelonggaran untuk liburan di akhir tahun. Segudang pekerjaan yang menumpuk bisa Anda lupakan. Begitu pun si buah hati. Di tempat wisata si kecil akan riang bermain tanpa harus ribet dibebani urusan seragam sekolah.
Supaya liburan meninggalkan kesan mendalam, pilih tempat wisata yang cocok untuk Anda dan Keluarga. Tentu saja pilihan tempat wisata harus disesuaikan dengan keuangan, akses transportasi, dan kenyamanan tempatnya.
Alhamdulillah Allah mengaruniakan Indonesia negeri yang kaya raya. Banyak objek wisata menyenangkan yang bisa Anda kunjungi. Tinggal pilih, berdiri di pinggir Pantai menikmati laut lepas, menghirup udara pegunungan yang sejuk, hingga wisata petualangan atau outbound yang memacu adrenalin.
Kebersamaan memang tak hanya menunggu saat libur. Kebersamaan memang penting, meski di meja makan. Seperti ditulisa Kompas, Data yang disajikan oleh Dr. Erna Karim M.Si, pengajar di Program Sarjana Sosiologi FISIP Universitas Indonesia, 5 tahun belakangan angka perceraian umat Islam di kota–kota besar di Indonesia meningkat 3 kali lipat (hampir mencapai 300 persen). Yang terbesar terjadi di Surabaya (cerai talak sebanyak 17.728 perkara, cerai gugat 27.805 perkara), kedua di Bandung (cerai talak 13.415, cerai gugat 15.139); Semarang (cerai talak 12.694 perkara, cerai gugat 23.653 perkara); ketiga di Jakarta; dan keempat di Makasar. Data tahun 2005 –2006 ini berasal dari Dirjen Bimas Islam Dep. Agama RI.
Penyebab angka-angka perceraian di atas adalah ketidakharmonisan suami-istri, suami tidak bertanggungjawab, ekonomi, cemburu, kekerasan/penganiayaan, dan poligami. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika saja si orangtua dalam keluarga, mendapat contoh bagaimana menjadi orangtua dari orangtua mereka sendiri. Karena ketika keluarga tidak harmonis, hal ini cenderung berulang kepada anak-anaknya.
Salah satu cara untuk menjembatani ketidakharmonisan keluarga adalah dengan makan bersama. Dr. Erna Karim, M.Si, pada peluncuran kampanye Royco Ayo Makan Bersama! mengatakan, “Kebiasaan makan bersama merupakan tradisi yang ada sejak dulu di masyarakat Indonesia. Namun, karena ada kendala struktural, seperti jam aktivitas keluarga yang tak sama, kepadatan lalu lintas, pengaruh teknologi, dan lainnya, membawa implikasi kepada pergeseran nilai-nilai dan norma makan bersama.”
Acara liburan juga sarana untuk mewujudkan kebersamaan. Acara liburan memang bisa menjadi pelega Anda dari jeratan stress. Berlibur ke tempat wisata alam penting untuk mencharge ulang energi yang selama ini terkuras oleh rutinitas. Idealnya, dana liburan ke objek pariwisata dimasukkan dalam anggaran perencanaan keuangan keluarga, jauh-jauh hari sebelum waktu liburan menuju tempat wisata.
Sebaiknya Mencicil
Meski mengasyikkan liburan program liburan tak bisa main-main. Apalagi jajanan di tempat wisata lebih mahal dari biasanya. Jadi memang sudah diniatkan jauh-jauh hari. Untuk anggaran liburan sebaiknya Anda mencicil 5% - 10% dari anggaran keuangan sebulan. Cicilan ini sebaiknya minimal dilakukan selama 10 bulan. Jadi kalau gaji Anda Rp. 4 juta. Dengan mencicil 5%-nya saja, dalam 10 bulan Anda akan mendapatkan biaya Rp 2 juta. Hmm jumah yang lumayan.
Cari info
Ajak anggota keluarga untuk memusyawarakan tempat yang cocok. Semua orang bisa menggali informasi objek wisata sebanyak-banyaknya sesuai minat masing-masing. Cari juga promo tiket murahnya. Khusus untuk pesawat, ada periode tertentu yang memberi harga murah. Ini bisa dicek melalui website airline atau rajin melihat promosi di koran nasional. Tidak perlu selalu menginap di hotel. Untuk penginapan, Anda bisa memilih tempat wisata yang ada saudara atau teman Anda tinggal dekat daerah itu. Jangan lupa untuk meminta izin menginap jauh-jauh hari sebelumnya. Kunjungan itu juga bisa menjadi ajang melepas kangen alias menguatkan tali silaturahim.
Tetap Taqwa
Meski liburan, tentu kewajiban sebagai muslim tak boleh kita tinggalkan. Islam adalah ajaran yang sempurna. Bahkan saat perjalanan pun dakwah tetap bisa berjalan. Anda harus jeli, inilah saatnya untuk mentadabburi keagungan Allah SWT. Selain itu perjalanan juga bisa menjadi ajang dakwah dengan mengajari anggota keluarga tentang fiqh shalat jama’ atau situs Islam yang bersejarah. Menggali sejarah tentang keistiqomahan mujahid dakwah.
Justru pengajaran sambil praktik akan lebih cepat masuk. Dengan demikian liburan bukan sebuah pekerjaan mubazir. Semoga liburan Anda berkesan hingga tahun depan.
SABILI
Eman Mulyatman
Berita Sebelumnya:
- 08/11/2009 04:46 - Sibuk Berdakwah Anak Terlantar
- 17/09/2009 06:51 - Kehabisan Akal Menghadapi Anak Puber
- 30/08/2009 03:57 - Liberalisasi Keluarga
- 30/07/2009 06:15 - Ayah Pilih Kasih
- 30/07/2009 06:01 - Dari Rumah Cahaya Itu Memancar





