CYBER SABILI-SPIN QABAR: Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah rumah di daerah Spin Qabar di wilayah ke sukuan barat laut Khyber, dekat perbatasan Afghanistan, menewaskan dua orang dan melukai yang lain, kata beberapa pejabat keamanan.
CYBER SABILI-SPIN QABAR: Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah rumah di daerah Spin Qabar di wilayah ke sukuan barat laut Khyber, dekat perbatasan Afghanistan, menewaskan dua orang dan melukai yang lain, kata beberapa pejabat keamanan.
CYBER SABILI-STOCKHOLM: Seniman Swedia yang pernah menghujat Nabi Muhammad (saw) dan yang pernah membuat karikatur Nabi, dilempari telur oleh sekelompok orang ketika memberikan kuliah di sebuah universitas di Stockhlom.
Cyber Sabili-Rusia: Rusia mengatakan, pihaknya tidak dapat mengesampingkan fakta bahwa Amerika Serikat akan menggunakan pangkalan udara AS di Manas, Kirgistan untuk menyerang Iran.
Cyber Sabili-Kabul: Sedikitnya sembilan pengunjuk rasa anti-AS tewas ditembak mati di provinsi Parwan di Afghanistan selama demonstrasi terhadap penodaan Al-Qur'an oleh pasukan pimpinan Amerika di negara yang sedang dilanda perang ini.
Cyber Sabili--Afghanistan: Kekurangan gizi mengakibatkan lebih dari 30.000 anak-anak meninggal setiap tahunnya di Afghanistan karena mereka tidak mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, kata laporan lembaga Save The Children.
CYBER SABILI-CANBERRA: Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengatakan, pemerintahnya berbicara dengan Taliban sehari-hari melalui perantara, kata laporan TV SBS Australia dalam sebuah interview, Selasa(21/2).
CYBER SABILI-JEDDAH: 119.000 orang dari berbagai provinsi di saudi ditangkap sehubungan dengan perdagangan narkoba selama tiga tahun terakhir, lapor harian Al-Madinah, Senin (20/1).
Cyber Sabili-Pakistan: Menurut laporan yang diterbitkan oleh The Times of India, Senin (20/2), Kongres AS telah membahas resolusi untuk mengakui hak orang Baloch untuk menentukan nasib sendiri sebagai sarana untuk menekan Islamabad untuk menyerah pada tuntutan AS.
-Cyber Sabili-Afghanistan: Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa Afghanistan melempari polisi dengan batu pada hari Rabu (22/2), membuat pasukan keamanan melepaskan tembakan di udara. Ini adalah protes hari kedua setelah Al-Quran dibakar di sebuah pangkalan udara utama NATO.
Para pengunjuk rasa berteriak "Matilah Amerika!" dan "Matilah (Presiden Hamid) Karzai" dalam sebuah demonstrasi besar di pinggiran ibukota Afghanistan Kabul, sementara protes juga terjadi di kota lain , kata saksi kepada Reuters.
Protes terpisah juga berlangsung di timur Jalalabad di mana demonstran memuji pemimpin Taliban Afghanistan, berteriak, " Hidup Mullah Omar!" kata saksi kepada Reuters.
Media Afghanistan mengatakan demonstrasi juga dimulai di kota Herat, yang biasanya salah satu bagian yang lebih stabil dari pada tempat yang lain.
Di Kabul, demonstran menyerang garis polisi dan jendela mobil dihancurkan sementara polisi berusaha membubarkan demonstran yang marah dan memblokir jalan utama.
Pemerintah AS dan komandan pasukan pimpinan NATO di Afghanistan meminta maaf pada hari Selasa (21/2) setelah buruh lokal menemukan salinan AL-Quran hangus terbakar ketika mereka sedang mengumpulkan sampah di Bagram, sebuah pangkalan udara utama NATO, mendorong 2.000 orang demonstran turun ke jalan-jalan.
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta mengeluarkan permintaan maaf atas"perlakuan tidak pantas" terhadap Al-Quran, kitab suci umat Islam.(Reu)
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL